BERITA TERKINI

Pejabat Mojokerto Ikut Berebut Kursi Eselon II di Tulungagung, Dua Jabatan Masih Sepi Peminat

×

Pejabat Mojokerto Ikut Berebut Kursi Eselon II di Tulungagung, Dua Jabatan Masih Sepi Peminat

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur tahun 2025 rupanya tak hanya menarik perhatian pejabat lokal. Seorang aparatur sipil negara (ASN) dari Mojokerto ikut menjajal peluang untuk menduduki kursi strategis di Bumi Gayatri.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tulungagung, Soeroto, S.Sos., M.M., mengungkapkan, hingga Senin (10/11/2025), sudah ada sepuluh pendaftar yang mengikuti seleksi terbuka tersebut.

“Dari sepuluh pendaftar itu, sembilan merupakan pejabat eselon III di lingkup Pemkab Tulungagung, dan satu berasal dari Mojokerto,” ujar Soeroto seusai upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional di halaman Kantor Bupati Tulungagung.

Menurut Soeroto, pejabat asal Mojokerto itu saat ini masih menjabat sebagai kepala bidang di instansinya. Namun, yang bersangkutan belum melengkapi berkas administrasi meski sudah mendaftar secara daring.

“Belum kami pastikan apakah dari Pemkab atau Pemkot Mojokerto,” imbuhnya.

Dari data yang masuk, jabatan yang diminati para pelamar terbilang beragam. ASN asal Mojokerto bahkan memilih dua posisi sekaligus, yakni Kepala Dinas Sosial dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

“Setiap pelamar memang diperbolehkan memilih dua dari enam jabatan yang dilelang,” jelas Soeroto.

Enam jabatan yang saat ini dilelang Pemkab Tulungagung meliputi:

1. Kepala Dinas Kesehatan

2. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

3. Inspektur Daerah

4. Kepala Dinas PUPR

5. Kepala Dinas Sosial

6. Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung

Pendaftaran seleksi JPTP dibuka sejak 3 November hingga 17 November 2025. Namun, hingga hari ketujuh pendaftaran, masih ada dua formasi tanpa pelamar: Direktur RSUD dr. Iskak dan Kepala Dinas Kesehatan.

“Kedua jabatan itu memang mensyaratkan latar belakang pendidikan kesehatan, seperti dokter atau sarjana kesehatan masyarakat,” terang Soeroto.

Ia berharap seluruh formasi jabatan eselon II yang dilelang dapat diminati lebih banyak pelamar agar proses seleksi berjalan ideal.

“Minimal setiap jabatan diikuti tiga peserta. Kalau sampai batas waktu belum terpenuhi, pendaftaran akan kami perpanjang tujuh hari lagi,” tegasnya.