Pembelajaran Politik dan Demokrasi Melalui OSIS

  • Whatsapp

Penulis : Ricky Faerdinal

OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia yang dimulai dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). OSIS diurus dan dikelola oleh Siswa/i yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS. Biasanya organisasi ini memeiliki seorang pembimbing dari guru yang dipilih oleh pihak sekolah. Anggota OSIS adalah seluruh Siswa/i yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada.

Dalam upaya mengenal, memahami dan mengelola OSIS perlu kejelasan mengenai pengertian, tujuan, funngsi, dan struktur OSIS. Dengan mengetahui hal tersebut, maka akan membantu Pembina pengurus dan perwakilan kelas untuk mendayagunakan OSIS sesuai dengan fungsi dan tujuannya. OSIS tertera pada Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah dengan nomor 226/C/Kep/0/1992.

Sebelum lahirnya OSIS di sekolah sekolah SLTP dan SLTA, terdapat organisasi yang berbagai macam corak bentuknya. Ada organisasi Siswa yang hanya dibentuk bersifat internal sekolah, dan ada pula organisasi siswa yang dibentuk oleh organisasi Siswa diluar sekolah. Organisasi siswa yang dibentuk dan mempunyai hubungan dengan organisasi dari luar sekolah , sebagian ada yang bersifat politis, sehingga kegiatan organisasi dikendalikan dari luar sekolah sebagai tempat diselenggarakannya proses belajar mengajar.

Pembinaan dan pengembangan generasi muda diarahkan untuk mempersiapkan kader penerus bangsa dan pembangunan nasional dengan memberikan bekal keterempilan, kepemimpinan, kesegaran jasmani, daya kreasi, patriotisme, idealisme, kepribadian dan budi pekertiluhur. Oleh karena itu, pembangunan wadah pembinaan generasi muda di lingkungan sekolah yang diterapkan melalui OSIS perlu ditata secara terarah dan teratur.

Perhatian pemerintah dalam membina kehidupan para siswa, maka diterapkan OSIS sebagai salah satu jalur pembinaan kesiswaan secara nasional. Jalur tersebut terkenal dengan nama “Empat Jalur Pembinaan Kesiswaan” yaitu, Organisasi Kesiswaan, Latihan Kepemimpinan, Kegiatan Ekstra kulikuler, dan Kegiatan wawasan Wiyatamandala. Dengan dilandasi latar belakang sejarah lahirnya OSIS dan berbagai situasi, OSIS dibentuk dengan tujuan pokok antara lain : Menghimpun ide, pemikiran, bakat, kreatifitas, serta minat para siswa ke dalamb salah satu wadah yang bebas dari berbagai macam pengaruh dari luar sekolah.

Mendorong sikap jiwa dan semangat persatuan dan kesatuan diantara para siswa, sehingga timbul satu kebanggan untuk mendukung peran sekolah sebagai tempat terselengaranya proses belajar mengajar. Sebagai tempat dan sarana untuk berkomunikasi, menyampaikan pemikiran dan gagasan dalam usaha untuk mematangkan kemampuan berfikir, wawasan dan pengambilan keputusan.

Seperti halnya OSIS Sekolah Menengah Atas Negeri I (SMAN I) Bilah Hulu, sebagai salah satu contoh yang diambil oleh penulis sebagai penyampaian bahwa OSIS memiliki peran penting untuk pembelajaran demokrasi Siswa/I pada usia remaja. Awal pembelajaran demokasi pada OSIS yakni pada pelaksanaan pemilihan Kepengurusan. Siswa/I langsung mempraktekan pendidikan politik bagi Siswa/I. Dalam hal ini Hj. Yusriani SE sebagai Pembina OSIS SMAN I Bilah Hulu mendampingi SIswa/I dalam pelaksanaan pemilihan Kepengurusan.

“Pendidikan Politik di OSIS SMAN I BIlah Hulu sudah dijalankan selama 9 tahun. Jadi, setiap tahun Siswa/I tetap mengikuti pembelajaran politik. Pembelajaran politik ini pun sebagai pembekalan anak-anak agar dapat terdidik bagaimana arti/makna demokrasi. Pendidikan politik di OSIS dibuat sedemikian rupa seperti hal pemilhan yang sebenarnya. Dimulai dari penjaringan balon dari 16 kelas, ada ketua ada wakil. Kemdian dirangkum menjadi 6 paslon, lalu seleksi berkas seleksi administrasi dan interview, baru mengerucut menjadi 3 paslon. Prakter langsung pendidikan politik ini anak-anak tercerahkan. Sehingga anak-anak lebih dewasa dan matang ketika dilapangan di masyarakat mereka sudah punya ilmunya. Jadi mereka juga bisa mengajarkan dan mewarnai orang-orang sekitar kita. Karena tidak semua orang punya kedewasaan dalam berpolitik. menghargai perbedaan, bisa dengan hati yang bersih dan kepala dingin menyikapi perbedaan kalah siap, dan menang siap bukan untuk sombong. Disinilah pembelajaran demokrasi para siswa/I diberikan. Selain itu, daya kreatifitas bagi siswa/I untuk bekerja secara tim. Pengembangan karakter pun terpenuhi pada OSIS. Demikian ungkapkan  Hj Yusriani.

Penerapan system pendidikan politik diterangkan kembali oleh Kepala sekolah SMAN I Bilah Hulu Drs, Sindak Lumban Raja MPd. Pada OSIS, menurutnya banyak hal yang terserap untuk siswa/i. Seperti salah satu wujud pendidikan berkarakter bangsa. Artinya bahwa anak sekolah sekarang ini dengan motto dari siswa oleh siswa dan untuk siswa. Untuk itu, meng-eksiskan kerja OSIS ikut berperan dalam pelaksanaan program-program sekolah.

“Hal ini (pendidikan politik) ada rujukannya. Yakni, dari peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017 tentang Pendidikan berkarakter. Olah rasa, olah raga, dan olah pikir. Kemudian akan dituangkan dalam kegiatan-kegiatan intrakulikuler, kulikuler, serta ekstrakulikuler. Bentuknya adalah penggalian bakat dari siswa/I. Penerapan penggalian bakat, harus diterapkan seni dan budaya lokal daerah. Dengan program terukur seperti itu, tidak muluk-muluk bisa terlaksana dan bermanfaat bagi siswa/I dan sekolah,” jelas Kepala Sekolah SMAN I Bilah Hulu.

Editor : Anang

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait