Reporter: Muhammad Sidik
SERGAI, Mattanews.co – Wabah hog cholera yang menyerang ternak Babi menggulirkan isu liar, yang menyebut ikan laut tercemar dan tak aman dikonsumsi. Padahal, kabar tersebut hanya info sesat yang dihembuskan oknum tak bertanggungjawab.
Hal tersebut dijelaskan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Serdang Bedagai (Sergai), H. Akmal saat meninjau Tempat Pelelangan Ikan di Tanjung Beringin, dan melaksanakan penyisiran bangkai Babi di sungai Bedagai, Selasa (19/11/2019).
“Kegiatan ini atas inisiatif Asisten Ekbangsos, H. Kaharuddin yang bertujuan sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi masyarakat bahwa tidak ada korelasi kesehatan antara virus hog cholera, dengan konsumsi ikan pasca maraknya pembuangan bangkai Babi ke aliran sungai,” kata Akmal.
Asisten Ekbangsos, H. Kaharuddin juga menghimbau jika konsumsi ikan masih aman, karena penularan virus kolera babi tidak bisa terjadi pada manusia atau kepada hewan beda jenis.
“Untuk itu tak perlu mengurangi selera dalam mengkonsumsi ikan. Nutrisi dan gizi yang bersumber dari ikan masih sangat diperlukan,” jelasnya.
Kadis Perikanan dan Kelautan Sergai, Sri Wahyuni Pancasilawati menyebut hal tersebut disebabkan karena virus kolera babi tidak bisa menjangkiti spesies lain, dan ikan yang dikonsumsi masyarakat juga ditangkap jauh dari bibir pantai, yaitu sekitar 1-5 mil.
“Sedangkan bangkai babi yang dibuang seluruhnya tertahan di sungai, berkat tindak cepat pihak terkait dalam memeriksa kondisi sungai yang disinyalir kerap dijadikan lokasi pembuangan bangkai,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kadis Perikanan dan Kelautan juga mengimbau agar masyarakat tak perlu termakan HOAX perihal virus hog cholera yang dapat menjangkiti ikan.
“Konsumsi ikan penting artinya bagi masyarakat, apalagi bagi kebutuhan gizi utama tubuh. Jangan karena kabar yang tidak benar, masyarakat yang mengkonsumsi ikan berkurang. Ditambah lagi dengan terdampaknya ekonomi nelayan dan penjual ikan karena penurunan pembeli,” ujarnya.
Setelah itu rombongan OPD bersama-sama melakukan monitoring Sungai Bedagai untuk memantau, mengamankan dan mengubur bangkai babi yang terapung di atas aliran sungai.
Editor: Arie Perdana Putra














