MATTANEWS.CO, JAMBI – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Camat dan Lurah se-Kota Jambi di Aula Grha Siginjai, Kantor Wali Kota Jambi, Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini difokuskan untuk memperkuat kinerja aparatur kewilayahan dalam mewujudkan pelayanan publik yang cepat, responsif, dan akuntabel.
Rakor tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., didampingi Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A. Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber Guru Besar Ilmu Pemerintahan IPDN, Prof. Dr. Fernandes Simangunsong, S.STP., S.AP., M.Si., serta Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Jambi, Dra. Lutfia, M.Si.
Dalam forum tersebut, sebanyak 11 camat memaparkan implementasi program Operator Pengangkut Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) serta program Kampung Bahagia yang menjadi bagian dari prioritas pembangunan Kota Jambi.
Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa camat dan lurah merupakan garda terdepan pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di tingkat wilayah. Karena itu, setiap persoalan warga harus dapat direspons secara cepat dan tepat.
“Camat dan lurah adalah garda terdepan. Jika bergerak dalam satu komando dan satu irama, maka percepatan pelayanan dan pembangunan akan lebih mudah tercapai,” ujar Maulana.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Jambi tengah menyiapkan regulasi berupa keputusan wali kota terkait pendelegasian kewenangan kepada camat dan lurah. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat efektivitas penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kewilayahan.
Melalui kebijakan tersebut, camat dan lurah akan diberikan kewenangan yang lebih luas dalam berbagai aspek pelayanan publik, ketenteraman dan ketertiban umum, hingga pengelolaan persampahan di wilayah masing-masing.
Terkait program OPBM, Maulana menekankan pentingnya optimalisasi implementasi di lapangan sebagai bagian dari upaya pembenahan sistem pengelolaan sampah di Kota Jambi.
“Program ini sudah berjalan di 94 titik, terutama di kawasan padat penduduk, jalan protokol, dan wilayah yang masih memiliki TPS, dan akan terus diperluas secara bertahap hingga target akhir tahun,” katanya.
Ia juga mengapresiasi peran camat, lurah, serta masyarakat yang telah berkontribusi dalam mendukung transformasi pengelolaan sampah di Kota Jambi.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Jambi, Vif Vairi, mengatakan rakor tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi kinerja, serta merumuskan langkah strategis dalam mendukung visi Kota Jambi Bahagia.
“Kami meyakini bahwa Kota Jambi Bahagia bukan hanya slogan, tetapi arah pembangunan yang harus benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Rakor diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari kepala perangkat daerah, camat, dan lurah se-Kota Jambi. Kegiatan berlangsung selama satu hari dengan agenda pembukaan, pemaparan materi narasumber, serta sesi diskusi dan tanya jawab.(*)















