MATTANEWS.CO, FAKFAK – Forum Alumni HMI Wati (FORHATI) Kabupaten Fakfak memperingati Milad Forhati ke-25 sekaligus menyelenggarakan seminar kesehatan perempuan di Gedung Winder Tuare, pada Kamis (14/12/2023).
Peserta seminar terdiri dari mahasiswa, siswa SMA, SMP, PKK, organisasi pemuda, organisasi perempuan, ketua-ketua organisasi perempuan, serta keluarga besar sivitas Hijau Hitam.
Kegiatan ini mengangkat tema ”Perempuan Sehat, Generasi Unggul” dengan menghadirkan narasumber, Dr. Astrid Abrahams dari puskesmas Fakfak Kota.
Ketua Forhati Fakfak, Lilis Marwati Achmad SH, menyampaikan Forhati adalah Forum Alumni HMI Wati yang berada di bawah KAHMI, didirikan pada 12 Desember 1998 di Jakarta.
“Tujuan berdirinya adalah sebagai wadah bagi anggota untuk memaksimalkan pengalaman keilmuan, wawasan, potensi, dan profesi yang dimiliki dalam rangka ketaqwaan kepada Allah SWT,” ujar Lilis Marwati Achmad.
“Sejalan dengan tujuan tersebut, menjelang usia ke-25 tahun. Forhati harus menjadi rumah besar bagi alumni-alumni HMI Wati, baik di daerah maupun nasional,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sekretaris Pengadilan Agama itu menjelaskan Forhati menjadi wadah berkiprah bagi alumni HMI Wati dengan berbagai lini profesi kehidupan. Sebagai organisasi tempat berkumpul para profesional, roda organisasi FORHATI harus digerakkan secara profesional dengan teamwork yang terkoordinasi baik.
“Forhati harus senantiasa peka dengan situasi yang terjadi di sekelilingnya, terutama persoalan-persoalan perempuan dan anak,” ungkapnya.
Dikatakannya, standar utama dalam pergerakan Forhati jelas berlandaskan Alquran dan hadis. Sehingga jika ada tarikan di luar koridor tersebut, Forhati akan meluruskannya dan wajib kembali kepada landasan utama.
“Forhati adalah organisasi perempuan yang terdiri dari cendekiawan perempuan yang berperan aktif di setiap lini kehidupan,” ujarnya.
“Sesuai dengan tema ‘Perempuan Cerdas, Generasi Unggul’, kita perlu membangun generasi emas yang cerdas dan berkarakter,” tambahnya.
Lilis Marwati Achmad juga menyampaikan bahwa pendidikan berkarakter harus dijalankan secara sistematis dan berkelanjutan. Cerdas haruslah komprehensif, mulai dari cerdas spiritual, emosional, sosial, intelektual, kinestetik, dan lingkungan.
“Kehadiran perempuan-perempuan yang berpendidikan tinggi akan menjadi tulang punggung bagi tumbuh suburnya generasi cerdas berkarakter yang dimulai dari pendidikan keluarga di rumah,” tuturnya.
Perempuan cerdas sudah pasti akan menghasilkan generasi unggul.
Ia berharap kepada seluruh peserta seminar agar dapat menyimak dengan baik sehingga ilmu yang terserap dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Selamat dan sukses Milad Forhati ke-25 kepada seluruh Forhati di seluruh Indonesia, terutama cabang Fakfak. Semoga selalu bersinergi bersama pemerintah membangun Kota Fakfak tercinta,” tutupnya.














