MATTANEWS.CO, JAMBI – Dalam upaya meningkatkan minat baca sekaligus menambah wawasan pengetahuan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), layanan Perpustakaan Keliling hadir di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambi, Senin (2/2/2026).
Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh para WBP yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membaca beragam koleksi buku yang disediakan. Mulai dari buku pengetahuan umum, pengembangan keterampilan, bacaan keagamaan, hingga buku motivasi dan pengembangan diri.
Kehadiran perpustakaan keliling ini menjadi salah satu sarana edukatif yang sejalan dengan program pembinaan kepribadian di Lapas Kelas IIA Jambi. Literasi dipandang sebagai fondasi penting dalam membentuk pola pikir positif serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Jambi, Syahroni Ali menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lapas dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif, humanis, dan berorientasi pada perubahan perilaku positif.
“Melalui budaya literasi, kami berharap warga binaan dapat mengembangkan pola pikir yang lebih baik, memperluas wawasan, serta memiliki bekal pengetahuan yang bermanfaat saat kembali dan beradaptasi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, membaca tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana refleksi diri dan pembentukan karakter yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan.
Selain sebagai media pembelajaran, kegiatan perpustakaan keliling ini juga berfungsi sebagai rekreasi edukatif yang mampu mengurangi kejenuhan serta meningkatkan semangat dan motivasi warga binaan dalam mengikuti seluruh rangkaian program pembinaan.
Beberapa WBP mengaku senang dengan adanya layanan tersebut karena memberi kesempatan untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan positif dan bermanfaat.
“Buku-bukunya bagus dan beragam, jadi bisa menambah ilmu sekaligus hiburan,” ujar salah satu warga binaan.
Lapas Kelas IIA Jambi terus berupaya menghadirkan berbagai program pembinaan yang mendukung peningkatan kualitas intelektual, mental, dan moral warga binaan, sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan literasi seperti ini, diharapkan warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mengalami proses pembelajaran yang membentuk pribadi lebih mandiri, berwawasan, dan siap kembali menjadi bagian positif dalam masyarakat.














