Pertahankan Tradisi dan Budaya, Warga Pesisir Gelar Hajat Laut di Pantai Pangandaran

Di dalam dongdang berisi makanan dan minuman, terdiri dari buah-buahan, tetumbuhan, hewan dan makanan buatan seperti kue-kue.

“Dongdang ini merupakan simbol-simbol yang perlu kita terjemahkan,” ujar Edi Rusmiadi Kepala Adat saat menjelaskan isi dari dongdang kepada masyarakat yang mengikuti Hajat Laut Basisir.

Matahari mulai terik, menusuk pori-pori kulit yang terasa hampir melepuh. Masyarakat mulai berjalan menuju pesisir pantai sekitar 500 meter sampai lokasi tujuan.

Sampai di lokasi tujuan, dongdang kemudian diangkat ke atas perahu nelayan dan dibawa ke tengah lautan pangandaran untuk proses Larung (bahasa sunda artinya melepaskan).

Ada sekitar 8 perahu nelayan yang ikut mengantarkan Dongdang untuk proses Larung. Proses ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Setelah selesai proses acara Larung, masyarakat pantai pangandaran mengadakan tawasul (berdoa) untuk para leluhur dan bersyukur kepada tuhan atas rizki yang diberikan kepada warga dan masyarakat.

“Ini adalah bentuk doa kepada Alloh SWT, Para Nabi para Aulia, dan juga mendoakan para leluhur kita yang sudah berjasa, mendoakan orang yang sudah meninggal bukan hal yang jelek dan tawasul ini sudah hal yang lumrah bukan hanya di pangandaran,” ucap Kepala Adat di akhir acara.

Bacaan Lainnya
Bagikan :

Pos terkait