Pertamina RU III Komitmen Bantu Atasi Perubahan Iklim

  • Whatsapp
Upaya Pertamina RU III Bantu Atasi Perubahan Iklim
Upaya Pertamina RU III Bantu Atasi Perubahan Iklim

Reporter : Anang

Bacaan Lainnya

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Sebagai perusahaan pengolahan minyak dan gas yang peduli dengan lingkungan, Pertamina Refinery Unit (RU) lll Plaju terus mendukung upaya penanganan perubahan iklim di Kota Palembang. Upaya tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi (Rakor) antar aktor yang secara strategis merumuskan visi dan strategi bersama untuk menghadapi perubahan iklim. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Plaju tersebut dihadiri Pertamina Refinery Unit (RU) III Plaju, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Sumatera Selatan, Balai Pengendalian Perubahan Iklim Sumatera Selatan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palembang, Pemerintah Kecamatan Plaju, dan masyarakat binaan CSR RU III Plaju pada Rabu (6/1).

Saat ini, Perubahan iklim yang cukup terasa adalah kenaikan suhu di Kota Palembang. Data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Sumatera Selatan (BMKG) menunjukkan kenaikan suhu minimum dari tahun 1977 hingga 2017 sebesar sebesar 1,5°C, peningkatan suhu udara rata-rata harian sebesar 1,3°C, dan peningkatan suhu udara maksimum sebesar 1,2°C.

Salah satu penyebabnya adalah minimnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Palembang. Data Walhi Sumatera Selatan menunjukkan hanya ada ±3.801 Ha dari ±12.018 Ha luasan normal RTH menurut UU No. 26 Tahun 2007. Hal tersebut berpengaruh pada minimnya tutupan lahan hijau perkotaan. Untuk itu, diperlukan upaya sinergis antar aktor dalam menangani permasalahan iklim.

Rakor ini menitikberatkan pada pembahasan tentang materi Program Kampung Iklim (Proklim) yang disampaikan Teti, perwakilan Balai Pengendalian Perubahan Iklim Sumatera Selatan. Proklim sendiri merupakan salah satu program penanganan terkait perubahan iklim yang terjadi saat ini. Program ini diselenggarakan sebagai sarana mitigasi maupun adaptasi terhadap dampak perubahan iklim tersebut.

“Dalam Kampung Iklim Lestari, ada beberapa indikator yang menjadi tolok ukur seperti penguatan kelembagaan, pengkayaan diversifikasi keanekaragaman hayati, dan memiliki 10 lokasi binaan,” jelas Teti.

Selain itu, diperlukan rasa kecintaan terhadap lingkungan. Ketika sudah ada kecintaan, dengan ada atau tidak adanya penghargaan siapapun aktornya akan senantiasa melakukan. Mengingat keberlangsungan iklim ini adalah untuk generasi mendatang yang merasakan manfaatnya.

Menyambung dari hal tersebut, Wilman, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Sumatera Selatan menyatakan, “Bahwasanya kami siap mendukung tercapainya hal-hal atau program khususnya penanganan masalah lingkungan di masyarakat. Untuk itu, kami sampaikan perlunya dukungan dari OPD dan dinas terkait saling bersinergi bersama.”

Di lain kesempatan, Area Manager Communication, Relation & CSR RU III Siti Rachmi Indahsari menjelaskan Pertamina sudah memiliki komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan khususnya terhadap masyarakat di wilayah sekitar operasional perusahaan.

“Setiap harapan masyarakat dan pemerintah, tentu saja juga menjadi harapan Pertamina. Mari kita bergandengan tangan untuk sama-sama mewujudkan program kampung iklim di sekitar kita demi menyelamatkan lingkungan kita,” tutup Rachmi.

Editor : Chitet

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait