Adsafelink | Shorten your link and earn money

Reporter : Anang

MUSI BANYUASIN, Mattanews.co – PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel, Kementerian ESDM, Komisi VII DPR-RI, dan Pemkab Musi Banyuasin menyelenggaran kegiatan pendistribusian paket konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) bagi 1.036 Nelayan yang menjadi target program (nelayan sasaran) di Kabupaten Musi Banyuasin, Rabu kemarin (15/10).

Acara dilaksanakan di Dermaga Dinas Perhubungan Kabupaten Musi Banyuasin. Turut hadir Wakil Ketua Komisi VII DPR-RI, Ir. H. Alex Noerdin, Bupati Musi Banyuasin, Dr. H. Dodi Reza Alex Noerdin, Direktur Perencanaan dan Infrastruktur Migas, Alimudin Baso, sementara dari Pertamina diwakili oleh Reza Pahlefi Selaku Region Manager Retail Sales II.

“Kabupaten Musi Banyuasin merupakan awal dimulainya kegiatan Pendistribusian Paket Perdana BBM ke BBG bagi kapal penangkap ikan bagi nelayan sasaran di tahun 2020 ini,” ujar Alimudin.

Pada tahun 2020, akan dilaksanakan pembagian 25.000 unit paket konversi BBM ke BBG untuk nelayan sasaran di 42 Kabupaten/ Kota. Sedangkan tahun 2021, direncanakan akan dibagikan sebanyak 28.000 unit paket konversi di 20 Provinsi.

Baca Juga : Wow, Ternyata Pertamina Produksi Turunan Gas untuk Perawatan Kesehatan dan Kecantikan

Alimudin kemudian menambahkan, melalui program ini nelayan yang menjadi target dan telah didata, diberikan kemudahan akses energi, dimana diberikan pilihan akan energi yang digunakan. Adapun manfaat dari konversi BBM ke BBG ini, nelayan dapat mengurangi biaya melaut sampai dengan 50 ribu per hari, tentunya berdampak pada peningkatan perekonomian nelayan.

Dewi Sri Utami, Region Manager Communication, Relations & CSR Sumbagsel mengungkapkan bahwa program ini merupakan Program Kemitraan Kementerian ESDM, DPR-RI dan Pertamina, dimana konversi BBM ke BBG ini diperuntukan bagi kapal penangkap ikan nelayan sasaran tahun anggaran 2020.

Adapun kriteria penerima bantuan yang ditetapkan pemerintah yakni nelayan pemilik kapal kurang dari 5 gross ton (GT), kapal berbahan bakar bensin, memiliki daya mesin 13 HP.

“Kami akan terus mengedukasi nelayan bahwa BBG itu lebih aman, lebih murah, dan ramah lingkungan,” ujar Dewi.

Setiap nelayan akan diberikan paket konversi berupa mesin perahu full set termasuk baling-baling, conventer kit, selang regulator dan 2 (dua) pcs tabung LPG.

“Program ini tentunya dapat meningkatkan perekonomian nelayan sasaran yang merupakan kelompok nelayan kecil,” tutup Dewi.

Editor : Chitet

Print Friendly, PDF & Email
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here