Reporter : Edo
SULBAR,Mattanews.co- Pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang dilaksanakan pada 9 Desember 2020 kurang dari sebulan lagi.
Ada kekhawatiran, pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi virus corona ini menurunkan partisipasi pemilih yang enggan datang ke TPS karena khawatir tertular virus corona.
Komisioner KPU Mamuju, Amran Ahmad Nur, meminta warga untuk tidak takut datang ke TPS pada hari pencoblosan. Amran menyebutkan, setiap TPS akan menerapkan protokol kesehatan dengan cara menyediakan hand sanitizer, tempat cuci tangan, masker, sarung tangan, dan pemeriksaan suhu tubuh ke setiap pemilih.
“Jika nantinya didapatkan suhu tubuhnya di atas 37 derajat suhu normal, maka akan digiring ke bilik khusus. Penyemprotan disinfektan akan dilakukan di setiap TPS sebelum pencoblosan,” kata Amran, Jumat (13/11/2020).
Menurutnya, KPU Mamuju telah melakukan sejumlah persiapan terkait pelaksanaan pemungutan suara, mulai dari kesiapan penyelenggara berupa persiapan sekretariat, perekrutan penyelenggara yang sementara berjalan, serta pemeriksaan rapid test untuk petugas KPPS dan pengamanan TPS.
Untuk surat suara, Amran menjelaskan, saat ini dalam pengiriman dari pecetakan yang ada di Jember, Jawa Timur. KPU Mamuju telah menyiapkan gudang untuk penyimpanan logistik untuk proses sortir surat suara sebelum didistribusikan ke setiap TPS.
“Insya Allah kita sudah sangat siap menghadapi pemilu 9 Desember nanti,” ujarnya.
Pilkada Mamuju diikuti dua pasangan calon, yakni pasangan nomor urut 1 Sutinah Suhardi-Ado Mas’ud dan pasangan nomor urut 2 yang juga calon petahana, Habsi Wahid-Irwan SP Pababari.
Editor : Lintang














