MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Polisi, Satreskrim Polrestabes Palembang masih terus mendalami apa motif atas penyebaran vidio dan voice note, tentang penculikan anak disertai mutilasi dalam karung, yang membuat heboh warga Kota Palembang. Sedikitnya tiga orang diperiksa untuk diambil keterangannya, Rabu (29/10/2025).
“Ada tiga orang yang sedang kita periksa, termasuk Bibi, berinisial S dan dua yang mencandai keponakannya, berinisial R dan A,” ungkap Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Drs Harryo Sugihhartono, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.
Harryo menerangkan, kejadian berawal saat seorang pelajar menceritakan penculikan yang terjadi kepada bibinya.
“Tak ingin ada apa-apa, bibinya ini pun memastikan ke sekolah keponakannya peristiwa penculikan tersebut. Dengan tujuan untuk mengingatkan sesama orang tua, si bibi inipun membuat voice note di grup sekolah. Entah kenapa, pesan suara itupun menyebar kemana-mana, hingga menghebohkan warga Kota Palembang,” ujarnya.
Saudara Septi, lanjut Harryo, identitas bibi tersebut. Kini masih dalam pemeriksaan penyidik, Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polrestabes Palembang.
“Akibat voice note tersebut membuat keresahan warga Kota Palembang. Kini semuanya sedang kita periksa dan kami dalami, terkait penyebaran vidio maupun pesan suara, berikut motifnya,” tuturnya.
Kapolrestabes menjelaskan, sebelumnya Polsek Ilir Timur I Palembang sempat melakukan tindakan awal, mengecek lokasi dan mempertemukan siapa saja yang terlibat dalam vidio dan voice note penculikan anak tersebut.
“Semua dipertemukan, baik Ketua RT setempat, pembuat suara, penyebar hingga pada orang mencandai penculikan tersebut. Kemudian, Polrestabes Palembang menganalisa dan mendalaminya hingga nantinya mendapat kesimpulan. Sesegera mungkin keputusannya akan kami sampaikan kepada publik,” tukasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Kota Palembang digegerkan atas vidio penculikan anak dibawah umur, dimutilasi, bahkan dimasukkan ke dalam karung, dibeberapa media sosial. Peristiwa itu cukup membuat resah masyarakat. Belakangan diketahui ternyata vidio tersebut ‘Hoax’ pada Selasa (28/10/2025).














