Politik Etika dan Pemimpin Milenial, ini kata Ketua JAS Hijau

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, PEMATANG SIANTAR – Kontestasi politik di Siantar belum juga usai, walau Pemilu telah usai, hal ini bisa dilihat dari perbincangan hangat di kalangan masyarakat, obrolan hangat tentang siapa sosok calon Wakil Wali Kota Siantar menjadi pendapat masing-masing pada masyarakat.

Karena diketahui sebelumnya, Wali Kota terpilih Ir. Asner Silalahi telah meninggal dunia sehingga secara otomatis wakil Wali Kota terpilih dr. Susanti Dewayani naik menjadi Wali Kota pematang Siantar, mengacu pada Pasal 87 ayat (2) UU Nomor 23 Tahun 2014.

Hal ini juga menjadi perbincangan hangat di kalangan kaum milenial, melihat dari pemimpin kota Pematangsiantar yang lalu bukan dari kaum milenial, dirasa saat ini sangat pantas untuk kaum milenial memberikan kontribusi, dari sudut pandang muda, dan memberikan ide-ide serta misi untuk memajukan kota Siantar.

Dilihat dari tingkat partisipasi kaum milenial pada kontestasi politik pada tanggal 9 Desember 2020 lalu sangatlah besar, sudah saatnya kaum milenial ujuk gigi untuk percepatan kemajuan di kota Pematangsiantar.

Hal ini serupa dengan yang disampaikan oleh ketua JAS Hijau (Jaringan Asner-Susanti) salah satu relawan Asner-Susanti, Iskandar Muda Nasution sekaligus Ketua Hikma (Himpunan Keluarga Mandailing) kota pematangsiantar.

Beliau menyampaikan bahwa, Kota Siantar memerlukan jiwa muda yang energik dan memiliki jiwa intelektual yang secara akademis memiliki wawasan yang luas dan siap untuk memajukan kota siantar dengan ide-ide yang cemerlang dan brilian.

“Melihat dari benang merah Almarhum Ir. Asner Silalahi sebagai Wali Kota Pematangsiantar terpilih, sudah relevan jika putra sulung beliau Sondi Silalahi maju untuk mewujudkan visi misi Almarhum Ir. Asner Silalahi menjadi wakil Wali Kota Pematangsiantar,” tegasnya.

“Melihat dari sesi dr. Susanti Dewayani seorang birokrat yang mumpuni dan berpengalaman, disandingkan dengan Sondi dinilai sangat cocok dan dapat membaur di setiap elemen masyarakat, untuk menjadi Wali Kota dan wakil Wali Kota Pematangsiantar, dengan jiwa muda yang tertanam, ditambah lagi Sondi juga memiliki banyak prestasi, di balik seorang akademisi Sondi juga seorang pengusaha muda yang sukses dengan memimpin beberapa perusahaan,” tambah Iskandar.

Ketua JAS Hijau itu juga menjelaskan Partai politik di Siantar harus mengedepankan politik etika, sehingga Siantar mempunyai nilai lebih di kancah perpolitikan Indonesia. “Politik etika itu penting, di balik menghilangkan syahawat politik juga mengedepankan asas kemanusiaan, politik karpet merah juga terjadi saat ini, seharusnya ketika para kandidat yang katanya mumpuni untuk memimpin Siantar tidak bertarung pada Pilkada 9 Desember 2020 lalu dan hanya memilih karpet merah ini, itu salah satu keegoisan berpolitik,” ungkap dia

Iskandar juga menambahkan, jika sejatinya pertarungan sudah di buka tahun 2020, seharusnya para kandidat saat ini bertarung di Pilkada lalu, bukan berbondong-bondong untuk mendaftar menjadi calon wakil Wali Kota, namun hanya 1 paslon yang berani dan berkeinginan maju yakni Asner-Susanti, yang disayangkan ketika karpet merah terbuka panjang, timbul syahwat politik, keegoisan untuk menjadi pemimpin di Kota Siantar,” ucapnya lagi.

Diantar banyaknya kandidat yang sudah mendaftar ke 8 Partai politik yang duduk di kursi DPRD Siantar hanya Sondi Silalahi yang dinilai berjiwa milenial yang mampu menampung aspirasi anak-anak muda milenial, dengan ide ide serta visi misi tersendiri serta visi misi mendiang Ir. Asner Silalahi yang melekat di diri Sondi Silalahi.

Sekedar informasi kandidat yang telah mendaftar ke 8 Partai politik diantaranya :

1. Astronot Nainggolan
2. Mangatas Marulitua Silalahi
3. Mangasi Purba
4. Ir. Rospita sitorus
5. Sondi Silalahi
6. Yan santoso purba
7. Binsar Situmorang

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait