Polres Batanghari Ungkap Ilegal Drilling di MSI

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, BATANGHARI – Didampingi Kapolsek Maro Sebo ilir, Wakapolres Batanghari Kompol Andi Zulkifli lakukan Press Release penangkapan terhadap 3 orang pelaku Tindak Pidana ilegal drilling di Gedung Satlantas Polres Batanghari.

“Penangkapan di lahan pal 7 Desa Danau Embat, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batanghari. Ada 3 pelaku yakni Joko Purnomo (30) alamat RT 13 Desa Suka Jaya Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten MUBA, Sumsel. Sodikun (32) alamat RT.13 Desa Sungai Buluh Kabupaten Batanghari. Antonius Virgo alias Pendi (27) alamat RT 16 dusun sungai serandi Desa Talang Bandung, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muara Jambi,” kata Wakapolres Batanghari Kompol Andi Zulkifli, Kamis (07/10/2021).

Bacaan Lainnya

Kronologis penangkapan terhadap para pelaku yang mana anggota Polsek Maro Sebo Ilir mendapat informasi melalui telpon dari anggota Pokdar Kamtibmas, bahwa ada aktivitas penambangan minyak tanpa ijin di Desa Danau Embat Kecamatan Maro Sebo Ilir.

“Setelah menerima informasi tersebut anggota Reskrim berangkat, sesampainya di TKP memang benar ditemukan aktivitas dimaksud, saat itu para pelaku sedang istirahat di lokasi, sehingga dapat langsung diamankan beserta barang bukti,” ucapnya.

Dijelaskan Wakapolres Batanghari, bahwa sebagaimana dimaksud dalam Bab III bagian ke-empat paragraf 5 pasal 52 UU RI Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta kerja.

“Setiap orang yang melakukan eksplorasi dan atau eksploitasi minyak bumi tanpa memiliki perizinan berusaha atau kontrak kerja sama di Wilayah hukum Polres Batanghari akan ditindak,” jelas Wakapolres Batanghari Kompol Andi Zulkifli.

“Barang bukti berupa 3 unit sepeda motor tanpa nomor Polisi, 1 mesin Dompeng, 1 Dinamo Diesel 5000 watt, 1 Mesin Robin, 1 mesin Genset, 2 mesin SIBEL alat penyedot minyak, 2 temeng (alat penggulung tali), 1 gulung kabel panjang 50 meter, 2 buah pipa canting, 2 galon sampel minyak mentah 70 liter, hasil ilegal driling, 2 unit katrol tali,” sambungnya.

Berdasarkan hasil pendalaman sementara, Wakapolres mengatakan bahwa pelaku sebanyak 3 orang baru 2 minggu melakukan aktifitas penambangan. Yang mana Pemodal adalah saudara Sodikun 10 juta, Joko 10 juta, sementara Pendi hanya pekerja.

“Pengakuan dari para pelaku bahwa mereka sebelumnya melakukan penambangan di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang. Namun karena di bungku sudah sepi dan tidak ada aktifitas lagi sehingga mereka memutuskan untuk mencari lokasi lain,” ungkap Wakapolres Batanghari.

“Rencana mereka jika sudah terkumpul, minyak akan di tampung ke seorang penghubung saudara A, namun para pelaku belum tahu akan di jual ke Kabupaten atau Kota mana,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait