Polres Tulungagung Ungkap Kasus Penipuan Tebu Libatkan Oknum Perangkat Desa Blitar

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG– Satuan reserse kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Tulungagung Polda Jawa Timur berhasil mengungkap dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan pembelian tebu melibatkan seorang perangkat desa asal Kabupaten Blitar Jawa Timur pada Rabu (28/12/2022).

Diketahui, pria tersebut berinisial AP (28) berdomisili Desa Jaten Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Pengungkapan kasus tersebut dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Tulungagung Polda Jawa Timur, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Agung Kurnia Putra, S.I.K., M.H., M.Si., melalui Kasi Humas Polres Tulungagung Inspektur Polisi Satu Mohammad Anshori, S.H., mengatakan peristiwa penangkapan seorang perangkat desa tersebut terjadi pada 28 Desember 2023 sekira pukul 10.00 WIB.

“Unit Pidana Umum Satreskrim Polres Tulungagung berhasil membekuk AP seorang Perangkat Desa asal Kabupaten Blitar atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang pembelian tebu senilai Rp. 100.000.000,- di wilayah Polres Tulungagung,” kata Iptu Anshori sapaan akrab melalui keterangan resmi di terima mattanews.co, Senin (2/1/2023) Siang.

“Korbannya, BPU (34) seorang pria beralamat Desa Tunjung Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur,” imbuhnya.

Mantan Wakapolsek Besuki Polres Tulungagung, Polda Jawa Timur menambahkan pengungkapan kasus ini sebenarnya berawal adanya laporan dari korban telah mengalami penipuan berkaitan menjual tebu itu.

“Dari keterangan pelapor, kronologisnya berawal pada 23 Juni 2023, di duga pelaku AP mengaku sebagai pemilik tebu kepada korban,” tambahnya.

“Sedangkan lahan tebu itu berlokasi di Mayangan Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, dalam transaksi disepakati harga tebu Rp. 100.000.000,-. Namun begitu, faktanya tebu itu ternyata milik Wahono, dan sudah dijual kepada Ahmad,” sambungnya.

Bacaan Lainnya

“Pada awal Agustus 2022 tebu itu telah ditebang oleh Ahmad. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian senilai Rp. 100.000.000,-. Korban akhirnya melaporkan ke Polres Tulungagung,” kata Anshori menambahkan.

Lebih lanjut Anshori menjelaskan atas laporan itu, berbekal mengantongi ciri-ciri, petugas melakukan pengintaian dan penyelidikan terhadap pelaku.

“Kesabaran petugas akhirnya membuahkan hasil hingga diduga pelaku AP diringkus oleh Unit Pidum Satreskrim Polres Tulungagung pada Rabu (28/12/2022) sekira pukul 10.00 WIB di wilayah hukum Polres Tulungagung,” terangnya.

“Dari tangan pelaku, petugas berhasil amankan barang bukti berupa surat pernyataan menjual tebu tertanggal 23 Juni 2022, surat pernyataan kesanggupan mengembalikan uang tertanggal 13 September 2022,” sambungnya.

Menurut Anshori, petugas menggelandang pelaku ke Mapolres Tulungagung guna melakukan penyidikan dan pengembangan kasus.

“Dari hasil penyidikan, pengakuan pelaku modus operandinya mengaku menjual tebu mengaku sebagai pemilik. Selanjutnya, petugas menetapkan pelaku sebagai tersangka,” imbuhnya.

“Atas perbuatanya, tersangka telah melanggar Pasal 378 KUH Pidana dan atau 372 KUH Pidana, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” tukasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait