MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Kebakaran melanda Pom Mini di Mini Market Alima, Dusun Reret Indah, RT 002/RW 002, Desa Semangut Utara, Kecamatan Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Rabu (28/10/2026) malam. Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan dengan perkiraan kerugian materiil mencapai Rp10 juta.
Kasi Humas Polres Kapuas Hulu, IPTU Jamali, menyampaikan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 19.40 WIB. Berdasarkan keterangan awal pemilik Pom Mini, peristiwa itu diduga bermula ketika muncul percikan api dari bagian stabilizer saat pemilik hendak memindahkan bahan bakar minyak (BBM).
“Berdasarkan keterangan awal pemilik, kebakaran diduga terjadi saat yang bersangkutan hendak memindahkan BBM ke Pom Mini. Pada saat itu, muncul percikan api dari bagian stabilizer yang kemudian memicu kebakaran, “kata Jamali kepada wartawan.
Lanjut kata Jamali, stabilizer yang diduga menjadi pemicu kebakaran diketahui baru saja diganti. Namun, penyebab pasti kejadian tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
“Mengetahui kejadian itu, masyarakat sekitar langsung bergerak membantu memadamkan api menggunakan dua unit alat pemadam sederhana milik warga, “tuturnya.
Kemudian, personel dari Polsek Bunut Hulu turut turun tangan membantu upaya pemadaman dan melakukan penanganan awal di lokasi kejadian.
Dipimpin langsung oleh Kapolsek Bunut Hulu, IPDA Ilham Perdana Putra didampingi personel AIPDA Agus Kusnaini, AIPDA Budi Herman, AIPDA Khairul Fathan, BRIPKA Liska Setyawan, dan BRIPTU Rozi Prananda turut membantu penanganan kebakaran serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
“Berkat upaya bersama masyarakat dan kepolisian, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tetapi kerusakan pada Pom Mini menimbulkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp10 juta, “beber Jamali.
Masih kata Jamali, usai pemadaman, personel kepolisian melakukan pendataan di tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi untuk membantu mengetahui penyebab pasti kebakaran.
IPTU Jamali mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha yang menyimpan dan menyalurkan BBM, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
“Kondisi instalasi listrik, stabilizer, dan seluruh peralatan penyalur BBM perlu diperiksa secara berkala untuk mengurangi risiko terjadinya gangguan kelistrikan maupun kebakaran, “pesannya.
Ditambahkan Jamali, penggunaan peralatan yang sesuai standar, pemasangan oleh tenaga kompeten, serta penerapan prosedur keselamatan menjadi langkah penting dalam mencegah kejadian serupa.
“Peristiwa di Desa Semangut Utara ini menjadi pengingat bahwa aktivitas penyaluran BBM memiliki risiko keselamatan yang tidak boleh diabaikan. Kewaspadaan dan penanganan yang tepat sangat diperlukan untuk melindungi masyarakat, mencegah api meluas, serta meminimalkan kerugian, “pungkasnya. (*)














