PPKM Darurat Berlaku, Dinkes Tulungagung: Jika Tidak Penting, Jangan Keluar Rumah

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur dr.Kasil Rohmat saat diwawancara di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Sabtu (3/7) Foto: Ferry Kaligis/mattanews.co

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur memaparkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat resmi diberlakukan dimulai 3-20 Juli 2021.

Demikian, dipaparkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dr.Kasil Rohmat kepada awak media usai mengikuti Rapat Koordinasi Implementasi Penerapan PPKM Darurat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Sabtu (3/7/2021) Siang.

Bacaan Lainnya

“Jadi begini, rohnya PPKM Darurat adalah jangan sampai peningkatan eksponensial tidak terkendali,” kata Dia.

“Maka kurun waktu selama dua minggu kedepan, kita saling bersinergi dan kerjasama sehingga berhasil merubah angka penularan Covid-19 menurun,” imbuhnya.

Kata Dia, jika didalam penerapan PPKM Darurat tidak ada perubahan mobilitas masyarakat maka kemungkinan naiknya eksponensial bisa terjadi.

“Dengan demikian tenaga kesehatan akan lumpuh karena terlalu banyak beban menangani pasien, juga melakukan tracing (penelusuran red.) ke pasien terkonfirmasi positif, belum lagi percepatan vaksinasi itu memerlukan effort (upaya red.) yang luar biasa,” Kasil menambahkan.

“Iya benar, semakin melonjak penularan Covid-19 secara signifikan maka tenaga kesehatan tersebut terkorbankan,” sambungnya.

Perlu diketahui, lebih lanjut tutur Dia menjelaskan kurun waktu satu bulan terakhir tenaga kesehatan dalam menangani kasus pasien terkonfirmasi sudah lima sampai enam dokter yang terpapar, perawat lebih banyak lagi.

“Tenaga kesehatan kita sudah ada yang terpapar diantaranya 5-6 dokter sedangkan untuk perawat lebih banyak lagi,” terangnya.

“Namun demikian, Alhamdulilah tidak ada yang bergejala berat, mungkin efek sudah divaksin sedangkan perawat dan bidan sudah ada terpapar positif,” sambungnya.

Dalam penerapan PPKM Darurat selama dua Minggu kedepan, lebih dalam papar Dia jika tidak ada penurunan mobilitas masyarakat maka kasus angka peningkatan sangat mungkin terjadi.

“Jadi begini, semisal satu orang terpapar positif dengan angka rasio satu koma sekian hampir dua, berarti satu orang dapat menularkan dua orang dalam satu event waktu. Jika dua orang ini tidak segera ditangkap maka akan menularkan ke empat orang, dan ini jika tidak cepat ditangkap lagi maka akan menularkan kepada enam belas orang,” Kasil memaparkan.

“Dengan demikian, hal ini dinamakan peningkatan eksponensial. Supaya tidak terjadi maka yang orang yang positif tersebut harus dikarantina tetap berdiam diri dirumah agar tidak menular kepada orang lain dengan gerakan massal diam dirumah,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, sekarang ini tenaga kesehatan yang merawat pasien terkonfirmasi sejumlah 60-70 orang kalau sekarang merawat hampir di Rumah Sakit 400 sekian orang dengan jumlah perawat yang tetap.

“Seluruh fasilitas yang kita sediakan di Rusunawa IAIN tempat tidur kita sediakan 706 tempat tidur isolasi 432 terisi presentasi 61,18 persen sementara ICU 76 tempat tidur terisi 36,” jelas Kasil.

Menurut dr.Kasil, penerapan PPKM Darurat ini tidak mengenal zonasi daerah yang sebelumnya tempat tersebut sudah menjalankan PPKM Mikro.

“Pada intinya, penerapan PPKM Darurat ini tidak mengenal zonasi daerah sebelumnya didaerah selama ini sudah menjalankan PPKM Mikro karena anggapan eksponensial tersebut,” ungkapnya.

Selaku Kepala Dinas Kesehatan, mengingatkan kepada seluruh masyarakat jika tidak ada hal penting atau mendesak lebih baik dirumah saja.

“Sehingga 70 persen orang berada tetap dirumah, sedangkan 30 persen hanya sektor essensial saja. Dengan demikian maka eksponensial akan turun secara drastis, setelah itu silakan masyarakat beraktivitas lagi, sehingga para tenaga kesehatan yang menangani pasien terpapar di terforsir lagi,” terangnya.

“Penerapan PPKM Darurat ini sudah mempertimbangkan banyak hal, dan sudah tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021,” sambungnya.

“Maka dari itu dengan banyak hal tersebut, memohon kepada rekan media agar memantau dua minggu kedepan ada perubahan apa tidak, jika memang tidak ada perubahan, sangat dimungkinkan PPKM Darurat akan diperpanjang,” tandasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait