MATTANEWS.CO, OKI – Seorang pria berinisial AG (33) dilaporkan meninggal dunia tak lama setelah diamankan oleh Satres Narkoba Polres Ogan Komering Ilir (OKI) dalam sebuah penggerebekan di Desa Ulak Jermun, Kecamatan SP Padang, Jumat malam (9/1/2026). Pihak keluarga yang meragukan penyebab kematian korban kini berencana menempuh jalur hukum.
Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, membenarkan adanya penindakan tersebut. Ia menjelaskan bahwa operasi dilakukan sekitar pukul 19.30 WIB di sebuah pondok yang diduga kuat menjadi tempat penyalahgunaan narkotika. Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan dua tersangka lain, yakni AP (34) dan K (21).
“Petugas menyita barang bukti berupa satu paket plastik bening diduga sabu, timbangan digital, dua unit ponsel, dan sebuah pipet plastik,” ujar Eko dalam keterangannya, Sabtu (10/1/2026).
Menurut versi kepolisian, proses penangkapan sempat diwarnai perlawanan fisik. Kapolres menyebutkan bahwa AG berupaya merebut senjata api milik petugas dan menggigit tangan anggota yang bertugas. Perkelahian pun tak terhindarkan sebelum akhirnya petugas berhasil mengendalikan situasi di tengah kerumunan warga yang mulai memanas.
Untuk menghindari konflik lebih lanjut dengan massa di lokasi, para terduga pelaku segera dibawa menuju Mapolres OKI.
Kemudian, rombongan tiba di markas kepolisian sekitar pukul 20.00 WIB. Namun, setibanya di sana, kondisi kesehatan AG dilaporkan menurun drastis. Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh tim medis Polres, AG dirujuk ke RS Kayuagung pada pukul 20.20 WIB.
“Pihak rumah sakit menyatakan yang bersangkutan meninggal dunia pada pukul 21.10 WIB,” tambah Kapolres.
Hingga saat ini, jenazah telah diserahkan ke pihak keluarga, sementara dua pelaku lainnya masih menjalani pemeriksaan intensif. Polres OKI menegaskan bahwa tindakan anggotanya telah sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP) di lapangan.
Di sisi lain, ibu korban beserta keluarga dikabarkan tengah mengumpulkan bukti untuk melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang guna mencari keadilan atas kematian AG.
“Awalnya ditangkap polisi keadaan masih sehat, namun setelah di kantor polisi dikabarkan tewas,” tandasnya.














