Reporter : Nopri
BANGKA BELITUNG, Mattanews.co – Di tengah masyarakat Indonesia berbondong-bondong mendapatkan bantuan sembako dari pemerintah saat wabah Covid-19, ternyata ada yang menolak bantuan tersebut.
Seperti yang dilakukan Sa’at, warga Desa Kayu Arang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Bangka Belitung (Babel).
Meski dirinya hidup serba kekurangan, bahkan tempat tinggalnya pun bisa dikatagorikan sangat tidak layak. Tapi Sa’at tidak merasa dirinya miskin, sehingga layak untuk menerima bantuan.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Desa Kayu Arang Alatas, perihal kebesaran hati salah seorang warganya tersebut.
Alatas mengatakan, warganya tersebut memang acapkali menolak bantuan yang diberikan kepadanya.
Saat ini Sa’at tinggal sebatang kara, di pondok kebun yang sangat sederhana.
“Bantuan Rp600.000 tidak mau diterima oleh Sa’at. Tapi kami tetap paksa agar ia menerima. Karena sudah terdaftar dan layak menerima,” ucapnya, Kamis (14/5/2020).
Bantuan Langsung Tunai (BLT) tersebut akhirnya diterima oleh Sa’at. Namun dana tersebut dibelikannya beras dan dibagikan ke warga sekitar.
Kades juga menjelaskan bahwa pondok tempat tinggal Sa’at juga sudah pernah akan dibangun, melalui program rumah layak huni. Tapi dia juga menolak bantuan tersebut.
“Pak Sa’at sering berpesan bahwa masih ada orang yang lebih memerlukan. Kita lebih baik memberi daripada menerima, sebagai muslim kita harus memberi contoh,” ujar Alatas.
Bahkan ada kejadian unik ketika Kades hendak pulang dari rumah Sa’at.
Warganya ini malah memberikan seekor ayam buat Alatas, untuk berlebaran nanti.
Editor : Nefri














