Reporter : Selfy
PALEMBANG, Mattanews.co – PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang akan diterapkan H+2 Idul Fitri, mengundang pertanyaan beberapa aktivis muda. Ketua Lintas Aktivis Antar Generasi Indonesia ( LAAGI ), Sukma Hidayat
menilai sangatlah lucu, setelah kebijakan di setuju Menteri Kesehatan, namun pemerintah kota justru mengulur waktu, Kamis (14/05/2020).
“Ketika sebuah kebijakan yang diajukan melalui Kementrian Kesehatan untuk mengajukan PSBB sudah disetujui, semestinya harus dilakukan, bukannya mengulur waktu. Jika belum siap, pemerintah Kota Palembang, harus mengkaji terlebih dahulu semua kesiapan terkait PSBB tersebut,” ujar Sukma Hidayat, kepada wartawan online media ini.
Dibeberkan Sukma, seharusnya pemerintah menempuhi beberapa langkah utama, seperti terlebih dahulu Gubernur mengevaluasi dan minta laporan sejauh mana penanganan sudah dilakukan oleh Gugus Tugas kabupaten/kota, membentuk tim yang terstruktur, agar manajemen operasional berjalan efektif dan efesien, melengkapi peralatan medis, menunjuk beberapa rumah sakit khusus yang benar-benar menangani, mengevakuasi pasien untuk pindah ke rumah sakit lain, apabila sudah ditetapkan rumah sakit tersebut khusus penanganan, blokade beberapa rumah apabila ditemukan pasien yang positif, membentuk kesadaran kepada masyarakat bahwa bila terkena wabah Covid 19 bukan sebuah aib, membagikan ke semua masyarakat 15 Masker dan Hand Sanitizee/KK serta membagikan sembako kepada seluruh masyarkat, agar proses pencegahan dapat berjalan maksimal.
Jika dikerjakan saat ini tidak lebih dari undian SDSB hanya berupa angka-angka, sementara penanganan dalam pencegahan sangat minim. Tiap hari hanya dilaporkan angka ODP, PDP dan anggaran penanganan.
“Tentunya, kita berharap agar pemerintah harus serius dalam penanganan ini, apalagi saat ini sudah disetujui oleh Kementrian Kesehatan. Wabah Virus Covid 19 kok seperti bisa diajak bernegosiasi,” tukasnya.
Editor : Selfy














