PT Adimas Baturaja Cemerlang Menang Gugatan atas 136 Hektar yang Dikuasai PT Mitra Ogan

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Usai menjalani proses persidangan empat bulan lamanya di Pengadilan Negeri Baturaja, terkait gugatan atas sebidang tanah seluas 136 hektar di Desa Tubohan Kecamatan Semidang Aji Kabupaten OKU antara PT Adimas Baturaja Cemerlang selaku penggugat dan PT Mitra Ogan sebagai tergugat 1 dan BPN OKU sebagai tergugat II yang amar putusan PN Baturaja menerima sebagian gugatan penggugat tersebut tertanggal 12 Desember silam.

“Ini berarti berdasarkan putusan PN Baturaja memberikan dan mengabulkan sebagian gugatan kita, tentunya lahan seluas 136 hektar yang dipersengketakan menjadi miliknya PT Adimas Baturaja Cemerlang. Yang mana dalam amar putusan terhadap perkara nomor: 23/Pdt g/2023/pn/bta memerintahkan pihak tergugat I mengembalikan lahan tersebut ke klien kami tersebut,” terang Kuasa Hukum PT Adimas Baturaja Cemerlang, Ahmad Kabul SH MH saat konferensi pers di The Zuri Hotel, kemarin.

Ia menjelaskan, lahan tersebut yang menjadi objek sengketa ini dibeli kliennya tahun 2005 berdasarkan surat jual beli yang juga tertuang dalam 15 akta pengoperan hak. Hanya saja tahun 2010, saat kliennya mengusahakan tanah untuk tambang dalam proses eksplorasi ini terpaksa berhenti, karena ada aktivitas di lahan tersebut yang dilakukan tergugat 1 untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit. Akibat kejadian ini, kliennya mengalami kerugian Rp24 miliar, meliputi Rp14 miliar kerugian materil yang dikarenakan diusahakan tanpa seizin kliennya tersebut. Adapun kerugian immaterial yang dialami kliennya tadi mencapai Rp10 miliar karena tidak bisa lagi mengusahakan lahan itu.

“Sebenarnya kerugian Rp 24 miliar ini yang dialami klien kami sudah pula diajukan di dalam gugatan, namun ini tidak dikabulkan majelis hakim. Terkait hal ini, kita juga masih menunggu dari pihak tergugat untuk ajukan banding dan kita siap menghadapinya. Karena bila tidak, maka putusan tadi memiliki kekuatan hukum tetap atau inkracht. Sembari menunggu proses hukum ini inkracht, juga mewajibkan tergugat ini untuk membayar dwangsom sebesar Rp 100 ribu/hari hingga putusan ini dilaksanakan,” tegasnya.

Di samping itu juga, pihaknya sejauh ini sedang mempelajari kemungkinan untuk melaporkan kasus ini ke polisi terkait dugaan penyerobotan lahan ini yang menjadi objek sengketa. Karena itu, begitu nanti dikemudian hari bisa mendapatkan dugaan pidana terkait hal ini, kliennya tersebut tentunya akan langsung membuat laporan ke polisi untuk dugaan pidananya. ” Berkaitan laporan terkait penyerobotan lahan atau Pidana, masih kita pelajari. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan ini akan kita lakukan,” jelasnya.

Sementara itu, Perwakilan PT Adimas Baturaja Cemerlang, Susilo Dwijantoro didampingi Afnan mengungkapkan, ia dari pihak perusahaan akan terus lihat perkembangan atas kasus gugatan ini dari pihak tergugat. Meskipun begitu, pihaknya optimis nantinya putusan di pengadilan akan tetap sama dan tentu saja menguatkan putusan yang ada di tingkat pertama atau PN Baturaja.

“Kita lihat perkembangannya ke depan seperti apa, yang pasti kita akan siap menghadapinya. Karena memang, hal ini sudah kita persiapkan semua bukti yang ada untuk persidangan tersebut. Kalaupun pihak tergugat akan ajukan banding, kita akan tetap hormati yang mana ini juga hak tergugat untuk bisa banding,” pungkasnya.

Bacaan Lainnya
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait