Pukul Anggota PM, Oknum Polisi Dituntut 8 Bulan Kurungan

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Kasus pemukulan yang dilakukan terdakwa Mohamad Salmon yang merupakan oknum Polisi, terhadap korban salah satu anggota TNI dari kesatuan Polisi Militer (PM) atas nama Irfan, kembali menjalani sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, Kamis (26/1/2023).

Sidang diketuai oleh Majelis Hakim Harun Yulianto SH MH, dalam tuntutannya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rini Purnamawati menuntut terdakwa Mohamad Salmon dengan pidana penjara selama 8 bulan.

Jaksa Penuntut Umum menjerat terdakwa dengan Pasal 351 ayat (1) KUHP dan terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap Korban Irfan.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Mohamad Salmon penjara selama 8 bulan, dikurangi lamanya masa penahanan yang telah dijalani serta diperintahkan tetap berada dalam tahanan,” ungkap JPU saat bacakan tuntutan.

Adapun hal-hal yang memberatkan dalam pertimbangannya Jaksa menilai akibat perbuatan terdakwa saksi Irfan mengalami bengkak di rahang kiri akibat benda tumpul.

Sementara hal-hal yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya bersikap sopan dan belum pernah dihukum.

Usai mendengarkan tuntutan, Majelis Hakim langsung memberikan kesempatan kepada terdakwa melalui kuasa hukumnya untuk mengajukan nota pembelaan (Pledoi).

Dalam dakwaan kejadian bermula, Selasa tanggal 13 September 2022 sekira pukul 06.15 WIB, saksi Irfan (anggota TNI) melakukan kegiatan pengaturan lalu lintas rutin dijalan Jenderal Sudirman tepatnya depan Taman Makan Pahlawan (TMP) Km. 3,5 Kecamatan Kemuning Kota Palembang.

Bacaan Lainnya

Pada saat saksi Irfan membantu anak sekolah untuk menyeberang. Setelah selesai, kemudian saksi Irfan kembali ke tengah jalan sambil melambaikan tangan memberi isyarat kepada pengendara agar memperlambat laju sepeda motornya.

Saat hampir tiba di tengah jalan, terdakwa Mohamad Salmon yang mengendarai sepeda motor langsung menghentikan sepeda motornya dan menghampiri saksi Irfan sambil berkata “Ngapo kau berhentikan aku” (Mengapa kamu memberhentikan saya), lalu saksi Irfan menjawab “Maaf Pak” Kemudian terdakwa memukul wajah saksi Irfan di bagian rahang sebelah kiri dengan menggunakan tangan kanannya, hingga Helm putih dinas saksi Irfan terlepas dan terjatuh.

Kemudian terdakwa hendak memukul untuk kedua kalinya, namun berhasil ditepis oleh saksi Irfan sambil berkata “Bukannyo aku takut samo kamu” (Bukannya aku takut dengan kamu), pada saat saksi Irfan hendak mendekati terdakwa, lalu dilerai oleh saksi Robert dan saksi Zulkifli anggota polisi yang bertugas mengatur lalu lintas.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait