BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARAPEMERINTAHAN

RDP Besama Perbankan, Dewan Aceh Tamiang Bahas Percepatan Pencairan Stimulan Korban Banjir

×

RDP Besama Perbankan, Dewan Aceh Tamiang Bahas Percepatan Pencairan Stimulan Korban Banjir

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, ACEH TAMIANG – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pimpinan perbankan di wilayah setempat, di ruang Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Rabu (8/4/2026).

Pertemuan ini fokus membahas percepatan pencairan dana bantuan stimulan bagi korban banjir serta evaluasi program Usaha Rakyat.

​Hadir dalam rapat tersebut Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Syaiful Bahri, serta sejumlah anggota dewan lainnya yakni Maulizar Zikri, Sugiono, Irwan Effendi, Dodi Fahrizal, Muazzin dan Aisyah Amalia, A.md. Rapat secara resmi dibuka dan dipimpin oleh Ketua Komisi I DPRK Aceh Tamiang, Maulizar Zikri.

​Pihak perbankan yang diundang meliputi pimpinan Bank BSI KCP Rantau, Karang Baru, Manyak Payed dan Opak, serta Pimpinan Bank Aceh Cabang Kualasimpang.

​Pimpinan BSI KCP Manyak Payed, Azhari, memaparkan progres penyaluran bantuan di wilayah kerjanya yang mencakup dua kecamatan, yaitu Kecamatan Banda Mulia dan Kecamatan Manyak Payed.

​Berdasarkan data yang diterima dari BPBD Aceh Tamiang, tercatat sebanyak 1.638 penerima manfaat dengan rincian untuk ​Kecamatan Banda Mulia: 750 penerima dan ​Kecamatan Manyak Payed: 888 penerima.

​Dalam penjelasannya, Azhari menekankan bahwa pihak bank terus berkoordinasi intensif dengan BPBD dan perangkat desa guna memastikan bantuan tepat sasaran.

​”Sesuai SOP, dana di rekening penerima awalnya diblokir otomatis demi keamanan dan verifikasi. Namun, mengingat ini adalah dana bantuan musibah, kami mengambil kebijakan khusus untuk mempercepat proses buka blokir segera setelah verifikasi administrasi dari BPBD dinyatakan lengkap,” ujar Azhari.

​Proses transaksi dilakukan dalam dua tahap, yakni pembukaan blokir dan pengkreditan saldo ke rekening yang bersangkutan dengan komposisi penggunaan bantuan 80% dan 20% sesuai aturan yang berlaku. Pihak bank juga bekerja sama dengan pendamping desa untuk memverifikasi kehadiran fisik penerima di lapangan.

​Azhari melaporkan masih terdapat beberapa kendala administratif terhadap sisa penerima yang belum mencairkan dana sepertinya, di ​Manyak Payed: Tersisa 12 orang dan di kecamatan ​Banda Mulia: Tersisa 4 orang.

​”Beberapa yang belum terselesaikan disebabkan karena penerima sedang tidak berada di tempat (di luar daerah) atau yang bersangkutan telah meninggal dunia. Kami sedang menunggu konfirmasi ahli waris atau keberadaan mereka untuk penyelesaian akhir,” tambahnya.

Di kesempatan itu, Muazzin menekankan pentingnya peran aktif sektor perbankan dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat bawah. Ia berharap pihak perbankan tidak hanya menunggu, tetapi melakukan aksi jemput bola terhadap para pedagang kecil untuk mempermudah akses Kredit Usaha Rakyat (KUR).

​“Pihak perbankan harus proaktif menjangkau para pedagang kecil. Bantuan modal melalui KUR sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan usaha mereka,” ujar Muazzin.

​Selain kemudahan akses, Muazzin juga meminta perbankan secara masif melakukan sosialisasi mengenai prosedur dan tata cara pengajuan bantuan kredit. Menurutnya, pemahaman yang minim mengenai administrasi perbankan seringkali menjadi hambatan utama bagi pelaku usaha kecil untuk mendapatkan bantuan permodalan.

​Menanggapi paparan tersebut, pimpinan dan anggota DPRK Aceh Tamiang berharap agar pihak bank dan instansi terkait tidak kaku dalam birokrasi mengingat masyarakat sangat membutuhkan dana tersebut pasca-musibah. Dewan juga mengingatkan agar seluruh pihak bekerja sesuai data yang dikeluarkan pemerintah daerah dan menghindari tindakan di luar ketentuan hukum.