MATTANEWS.CO, OKI – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Aziz Ari Saputra, SH, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar Reses Masa Sidang VI Tahun Anggaran 2026 di Desa Bumiarjo Makmur, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Minggu (19/07/2026).
Pertemuan yang dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga itu didominasi pembahasan mengenai pembangunan infrastruktur. Selain meminta percepatan pengecoran jalan provinsi menuju arah Belida, masyarakat juga mengusulkan pembangunan akses keluar (exit) Jalan Tol Trans Sumatera yang dinilai lebih strategis jika dibangun dari kawasan Bumiarjo Makmur, Bumiarjo Induk hingga Mukti Sari.
Kepala Desa Bumiarjo Makmur, Sukris Raharjo, mengatakan kondisi jalan provinsi menuju arah Belida masih belum seluruhnya dicor. Menurutnya, ruas tersebut menjadi jalur penting bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat sehingga perlu segera dituntaskan.
“Harapan kami, pengecoran jalan bisa dilanjutkan sampai selesai. Bahkan, ada pihak perusahaan yang siap membantu apabila pembangunan itu direalisasikan,” ujar Sukris.
Usulan lain yang mencuat adalah pembangunan exit tol di wilayah Bumiarjo. Warga menilai lokasi tersebut memiliki akses yang lebih dekat dengan permukiman dan kawasan pertanian. Jarak menuju ruas tol diperkirakan hanya sekitar 4,5 kilometer sehingga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa-desa di sekitarnya.
Menanggapi usulan tersebut, Aziz Ari Saputra menyatakan akan mengupayakan komunikasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan agar rencana pembangunan exit tol dapat dikaji lebih lanjut.
“Kami akan mendorong usulan ini dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar peluang pembangunan exit tol di kawasan Bumiarjo bisa menjadi perhatian,” kata Aziz.
Selain infrastruktur jalan, persoalan transportasi umum juga menjadi perhatian warga. Oskar Tampu, salah seorang warga, mengusulkan agar frekuensi angkutan DAMRI ditambah sehingga masyarakat, khususnya pelajar dan pekerja, memiliki pilihan transportasi yang lebih mudah.
“Kami berharap angkutan umum bisa tersedia setiap jam. Dengan begitu masyarakat tidak kesulitan berangkat ke sekolah maupun bekerja,” ujarnya.
Aziz menegaskan seluruh aspirasi yang diterima dalam Reses Masa Sidang VI Tahun Anggaran 2026 akan dihimpun sebagai Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Provinsi Sumatera Selatan untuk diperjuangkan dalam pembahasan program pembangunan daerah.
“Kami akan membawa seluruh aspirasi ini ke tingkat pembahasan agar dapat menjadi prioritas sesuai kewenangan pemerintah provinsi,” tandasnya.














