MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Menyambut bulan suci ramadhan, sekaligus launching SMA Pendidikan Anak Bangsa (PAB) Palembang, Yayasan Sosial Kemanusiaan Akas Dahlan menggelar syukuran dan doa bersama, di Aula sekolah, Jalan Semendo No 1 Kelurahan Karyajaya Kecamatan Kertapati Palembang, Sumsel, Kamis (27/2/2025).
“Alhamdullilah, sekolah yang sudah saya impikan terwujud dan disupport berbagai pihak, baik dari kedinasan, seperti Dinas Pendidikan maupun masyarakat sekitar, khususnya berdomisili di Kertapati,” jelas Ketua Yayasan Sosial Kemanusiaan Akas Dahlan, H Jamak Udin SH MH, saat diwawancarai wartawan online Nasional Mattanews.co.
H Jamak Udin menjelaskan, berdirinya sekolah SMA Pendidikan Anak Bangsa Palembang adalah cita-citanya dari dulu, untuk ikut terlibat dalam mencerdaskan anak bangsa, khususnya di Palembang, Sumsel.
“Inisiatif mendirikan sekolah ini, berawal melihat transportasi warga Karyajaya ini yang cukup jauh, naik sungai, turun naik mobil, kasian banyak warga Karyajaya dan Keramasan yang tidak memiliki uang, karena membutuhkan biaya untuk sekolah, yang pada akhirnya tidak bisa melanjutkan ke tingkat SLTA. Disanalah tergerak membangun sekolah di tengah-tengah lingkungan itu, dengan harapan dapat membantu para orang tua agar anaknya bisa melanjutkan sekolah. Selain itu, kami pun berharap dengan adanya sekolah ini dapat membantu para orang tua dan memberikan manfaat untuk masyarakat,” ujar H Jamak Udin yang juga merupakan Direktur PAB (Pengamanan Anak Bangsa) itu.
Disinggung tentang kesiapan sekolah, H Jamak Udin menjelaskan, untuk angkatan perdana di 2025-2026 ini, persiapan sudah mencapai sekitar 80 persen.
“Kalau gedung, fasilitas, lokal, SDM sudah mencapai 80 persen, namun kami akan kebut, hingga ajaran tahun ini mencapai 100 persen,” tuturnya.
Sementara Kepala Sekolah SMA Pendidikan Anak Bangsa, Ilyas Matra Jaya SPd telah mempersiapkan program-program sekolah, baik nasional maupun pendukung.
“Untuk langkah awal, kami akan lakukan sosialisasi sekolah, dengan sistem jemput bola, turun ke sekolah-sekolah, baik SMP Negeri maupun Swasta, setelah itu barulah merambah menyebarkan brosur dan memanfaatkan media sosial dan menyusun program kurikulum sekolah,” paparnya.
Mengenai biaya, lanjut Ilyas, untuk angkatan pertama, pihaknya menggratiskan pelajar yang kategori anak kurang mampu.
“Untuk perdana, kita gratiskan biaya pendaftaran dan biaya pembangunan. Tapi, untuk anak Yatim Piatu, akan kita free kan atau gratiskan, sesuai arahan Ketua Yayasan Sosial Kemanusiaan Akas Dahlan,” pungkasnya.















