SB Bayar Hutang Politik dengan Jadi Kurir Lima Kilogram Sabu

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Penyelidikan anggota BNNP Sumsel selama beberapa hari terakhir membuahkan hasil. Tim pemberantasan BNNP Sumsel ini berhasil menggagalkan lima kilogram sabu asal Riau, di Jalan Lintas Sumatera Palembang – Betung, Terminal Betung, Kabupaten Banyuasin dengan menyeret tiga pelakunya, SB, LK dan SH, Rabu (3/3/2021).

Bacaan Lainnya

Penangkapan tersangka dipimpin langsung Kabid Pemberantasan, Kombes Habi Kusno, dengan mengidentifikasi ciri-ciri pelaku SB. Melihat orang yang dimaksud, petugas mengarah pada Mobil Daihatsu Ayla Warna Merah dengan Nomor Polisi BM 1738 AV yang dikemudikan SB, yang melintas dilokasi. Mendapati tersangka, petugas langsung melakukan pengeledahan dan diketemukan lima kilogram sabu yang dibungkus kertas kado, dalam Dashboard mobil bagian depan. Dari nyanyian tersangka SB, petugas langsung mengerbek tersangka LK dan SH di Jalan Lintas Sumatera Palembang – Betung KM 66 Indomaret.

“Kawanan ini sindikat pemain narkoba lintas provinsi. Asal sabu ini dari kepulauan Riau, yang dibawa tersangka SB atas pesanan LK, untuk diberikan kepada seseorang di Pali, melalui tangan SH. Kini kami masih kembangkan terus kasus ini dan siapapun pemasoknya,” ungkap Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol M Arief Ramadhani, didampingi Kabid Pemberantasan, Kombes Habi Kusno saat diwawancarai wartawan.

Dari tangan ketiga tersangka, turut disita sejumlah barang bukti, untuk pengembangan lebih lanjut.

 

“Selain lima kilogram sabu, turut disita satu unit Mobil Daihatsu Ayla Warna Merah dengan Nomor Polisi BM 1738 AV, satu unit Mobil Toyota Fortuner Warna Hitam dengan Nomor Polisi BG 1830 PA, satu unit Sepeda Motor Honda Beat Warna Putih, satu unit Handphone merk Nokia 105 warna hijau, satu unit Handphone merk Vivo Y 17 warna biru, satu unit Handphone merk Nokia 105 warna hitam, satu unit Handphone merk Vivo Y 12s warna biru muda 1 (satu) buah Handphone merk Nokia 105 warna biru dan satu unit Handphone merk Oppo F8 warna gold. Kini kami terus gali keterangan mereka,” terang bapak berpangkat Bintang satu ini.

Orang nomor satu di BNNP Sumsel ini menjabarkan, tersangka SB mengaku menjadi kurir sabu untuk membayar hutangnya saat menjabat sebagai Anggota Dewan Aceh.

“Ketika kami interogasi, tersangka SB mengaku nekat menjadi kurir sabu dengan upah Rp 20 juta perkilogram sabu, jika berhasil sampai ke pemesan. Uang tersebut dipergunakan untuk membayar hutang politiknya beberapa tahun lalu, saat duduk dibangku DPR Aceh, dengan partai Damai Aceh,” ungkap Brigjen Pol M Arief Ramadhani.

Disinggung apakah ada kaitannya dengan penangkapan Sabu di Kepulauan Riau dengan jumlah barang bukti berupa sabu sebanyak 1,8 ton, Brigjen Pol M Arief Ramadhani belum berani mengatakan, karena masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

“Akan kami telusuri kesana. Namun, saat ini kami tidak bisa bicara banyak soal sabu ini. Karena masih terus kami kembangkan,” tukasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait