SCW Gelar Aksi dan Tagih Hutang Kepada Oknum Pejabat Pemprov Sumsel

  • Whatsapp
Puluhan masa dari LSM Sriwijaya Coruption Watch (SCW) kembali menggelar aksi unjuk rasa lanjutan, terkait dugaan penipuan yang dilakukan oleh Oknum Pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel)
Puluhan masa dari LSM Sriwijaya Coruption Watch (SCW) kembali menggelar aksi unjuk rasa lanjutan, terkait dugaan penipuan yang dilakukan oleh Oknum Pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel)

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Puluhan masa dari LSM Sriwijaya Coruption Watch (SCW) kembali menggelar aksi unjuk rasa lanjutan, terkait dugaan penipuan yang dilakukan oleh Oknum Pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel), berinisial (W) untuk mengembalikan uang senilai Rp 300 Juta, di Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (7/4/2021).

Kordinator Aksi M Sanusi dalam orasinya mengatakan, pihaknya meminta Gubernur Sumsel agar menfasilitasi yang bersangkutan untuk membayar sisa dari perjanjian penerimaan CPNS yang gagal, pada tahun 2014 di Kabupaten Ogan Ilir.

Bacaan Lainnya

Sanusi mengatakan, mereka juga meminta kepada Oknum W untuk mengembalikan uang tersebut kepada yang bersangkutan. Dirinya berharap uang sebesar Rp 300 Juta itu, dapat dibayar sesuai dengan instruksi, karena keterangan dari pihak inspektorat yang bersangkutan sudah dipanggil dan sudah diperiksa.

“Mari kita duduk satu meja, bayarlah uang tersebut dan itu kecil bagi mereka, tetapi bagi warga uang Rp 300 Juta sangat berharga. Kami harap kepada Pemprov Sumsel segera mencari instruksi, bagaimana caranya uang itu dikembalikan kepada masyarakat yang telah dirugikan,” ucapnya.

Sanusi mengungkapkan, pihaknya memastikan sampai masalah ini belum tuntas, mereka tidak akan berhenti untuk melakukan aksi unjuk rasa di kantor Gubernur Pemprov Sumsel.

“Kami meminta Gubernur Sumsel untuk mencopot oknum W dari jabatanya sebagai Plt Kadin Pembedayaan masyarakat desa Sumsel, yang diduga oknum tersebut telah meningalkan catatan buruk semasa menjabat sebagai Asisten 1 di Kabupaten Ogan Ilir, yang diduga melakukan penyalahgunaan wewenang,” terangnya.

Sementara Itu, Asisten III Pemprov Sumsel, Prof Edwar Juliarta mengatakan pihaknya menerima aspirasi unjuk rasa dari SCW yang sifatnya mengingatkan, bahwa ada sesuatu yang di terima dan proses.

“Katanya Oknum W sudah diproses pihak Inspektorat, tetapi saya pengen tahu dulu laporannya, karena kita harus tahu bahwa ada praduga tidak bersalah juga. Saya juga pernah bilang kemarin, kalau minta begitu kalau bisa ada bukti-bukti. Karena itu lebih memudahkan kita dalam menganalisis kasus tersebut,” ujar Edwar saat ditemui di Pemprov Sumsel.

Edwar menambahkan, tadi pihaknya sudah menginformasikan ke perwakilan Inspektorat Sumsel, Suhadi yang memproses itu, ia kepengen tahu apa jawaban hasil analisisnya.

“karena kami ini tim, dan tim itu tidak satu orang, kita harap sesuai prosedur saja, kalau memang salah bisa diproses, kalau memang tidak ada, apa yang bisa dilakukan. Intinya selalu berpikir positif saja, dan kita juga berterima kasih sudah diingatkan,” katanya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait