Sewa Tanah Stren, Dinas Perkim Tulungagung: Begini Prosedurnya …

Kabid Irigasi dan Sumber Daya Air Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung, Hery Siswanto, Selasa (20/4) Foto : Ferry Kaligis/Mattanews.co

MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Tulungagung, Jawa Timur melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinas Perkim) menyampaikan terkait prosedur perijinan bagi masyarakat yang minat tanah stren itu sangat mudah.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Perkim Kabupaten Tulungagung, Anang Pratistianto melalui Kepala bidang Irigasi dan Sumber Daya Air, Hery Siswanto kepada Mattanews.co di kantornya, Selasa (20/4/2021).

“Memang mudah bagi masyarakat yang meminati tanah stren untuk proses perijinannya dan semua sesuai prosedur,” katanya.

Hery menambahkan untuk proses perijinan sewa tanah stren itu sudah diatur dalam Peraturan daerah (Perda) Kabupaten Tulungagung Nomor 6 Tahun 2016 Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2011 Tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah.

“Jadi begini, semua sudah diatur didalam Perda, bagi masyarakat yang meminati tanah stren tersebut bisa mengajukan persyaratannya sesuai dengan prosedur. Sedangkan pembayaran sewa tanah stren bisa dilakukan langsung kekantor, hingga akhirnya menerima SK Kepala Dinas Perkim tambahnya.

“Tergantung dari domisili warga tersebut karena sudah ada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) siap membantu, diantaranya Kauman, Kalidawer, Bandung dan Gondang,” imbuhnya.

“Jika masih ada tanah stren yang belum disewa masyarakat, maka pemohon bisa mengajukan surat permohonan ke Dinas Perkim atau UPTD masing-masing. Baru setelah surat masuk, kita lakukan pengecekan terlebih dahulu,” sambungnya.

Lebih lanjut Hery menjelaskan, bahwa selama ini pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait bagaimana syarat dan prosedur pemakaian tanah stren tersebut.

“Dalam sosialisasi tersebut diantaranya memberikan himbauan kepada masyarakat harus pro aktif dalam mengurus perijinan tanah stren tersebut jangan melalui calo atau peranta, tetapi dapat langsung mengurus sendiri,” jelasnya.

Namun demikian, Hery tak membantah hingga saat ini masih ada masyarakat yang menyewa tanah stren melalui calo.

“Bahkan tak dipungkiri dilapangan masih ada segelintir oknum pegawai yang memanfaatkan peluang ini untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

“Justru saat ini kami sangat berterima kasih kepada masyarakat yang melaporkan jika oknum pegawai kami selaku calo, maka akan kami tindak,” tandasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait