MATTANEWS.CO, TANAH DATAR – Pelaksanaan Gala Siswa Indonesia (GSI) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Tanah Datar diwarnai polemik serius. Sejumlah wasit yang telah ditugaskan secara resmi oleh Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Tanah Datar dilaporkan tidak hadir saat pertandingan berlangsung, Selasa (16/6/2026).
Akibat ketidakhadiran perangkat pertandingan tersebut, laga yang semestinya dimulai pukul 08.00 WIB terpaksa mengalami penundaan hingga beberapa jam. Kondisi ini memicu kekecewaan dari peserta dan panitia pelaksana karena dinilai mengganggu jalannya kompetisi serta mencederai semangat pembinaan sepak bola pelajar.
Sejumlah peserta bahkan menyampaikan protes kepada Askab PSSI Tanah Datar. Mereka menilai kejadian tersebut tidak hanya merugikan tim yang bertanding, tetapi juga mencoreng citra penyelenggaraan GSI sebagai ajang pembinaan atlet muda.
Pengurus Askab PSSI Tanah Datar, Dasril Chandra, membenarkan adanya laporan terkait ketidakhadiran beberapa wasit yang telah menerima surat tugas resmi.
“Penugasan wasit sudah diterbitkan oleh Askab PSSI Tanah Datar. Memang ada beberapa yang menyampaikan izin tidak bisa hadir. Namun persoalan ini tetap menjadi perhatian serius dan telah kami laporkan kepada Ketua Askab serta Komisi Disiplin,” ujarnya.
Menurut Dasril, seorang wasit tidak hanya dituntut memahami regulasi pertandingan, tetapi juga harus memiliki komitmen dan disiplin tinggi terhadap setiap penugasan yang diberikan organisasi.
Sementara itu, Ketua Komisi Disiplin Askab PSSI Tanah Datar, Aldoris Armialdi, menegaskan pihaknya akan melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti ketidakhadiran para wasit tersebut.
“Kami telah menerima laporan dari panitia dan peserta. Semua pihak yang terkait akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Kami ingin memastikan apakah ketidakhadiran tersebut memiliki alasan yang dapat dibenarkan atau justru merupakan pelanggaran disiplin,” katanya.
Aldoris mengungkapkan bahwa profesi wasit memiliki kode etik dan aturan disiplin yang wajib dipatuhi. Setiap wasit yang telah menerima penugasan resmi berkewajiban menjalankan tugasnya atau menyampaikan alasan yang sah apabila berhalangan hadir.
“Kami mendengar informasi bahwa beberapa wasit berada di luar daerah. Namun hingga saat ini kami belum menerima dokumen atau keterangan resmi yang menjadi dasar ketidakhadiran mereka. Semua akan kami telusuri sesuai mekanisme yang berlaku,” tegasnya.
Menurutnya, apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran disiplin, sanksi yang dapat dijatuhkan beragam, mulai dari teguran tertulis, skorsing, denda, hingga rekomendasi pencabutan lisensi wasit sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan PSSI.
Terpisah, Ketua Askab PSSI Tanah Datar, Wel Ahmad, mengaku prihatin atas insiden tersebut. Ia menilai peristiwa ini menjadi bahan evaluasi penting bagi peningkatan kualitas pembinaan dan pengawasan perangkat pertandingan di daerah.
“Wasit merupakan salah satu pilar penting dalam sepak bola. Karena itu profesionalisme dan kedisiplinan harus menjadi prioritas. Jika terbukti ada pelanggaran, tentu akan diproses sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik sepak bola Tanah Datar dan diharapkan menjadi momentum pembenahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang dalam kompetisi resmi yang melibatkan pelajar dan generasi muda.














