MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, Achmad Djadi, S.Sos., angkat bicara terkait mencuatnya bantuan hibah ke masjid atau musala terjadi adanya pemotongan.
Sebagaimana diketahui, bantuan hibah ke Masjid Al-Ikhlas Dusun Krajan, Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, berasal dari pokok-pokok pikiran (Pokir) salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) asal Partai NasDem disinyalir terjadi pemotongan.
“Kami harapkan dan imbau untuk bantuan hibah ke masjid kalau bisa jangan dilakukan pemotongan,” ucapnya.
“Itu semua nanti kita klarifikasi dari informasi anda selanjutnya kita ingatkan jangan sampai terjadi,” imbuhnya.
Achmad Djadi menambahkan dirinya sangat menyayangkan bantuan hibah ke masjid atau musala disinyalir terjadi pemotongan.
Masjid, sambung dia, merupakan tempat beribadah bagi umat Islam. Selain itu juga memiliki peran sangat sentral sebagai pusat keagamaan dan spritual.
“Masjid memiliki arti penting bagi banyak orang (umat Islam), selain digunakan untuk beribadah kepada Yang Maha Esa. Jika bantuan tersebut mengalami pemotongan, itu akan menjadi sebuah pertanggungjawaban moral yang berat, terutama di sisi Allah SWT,” tambahnya.
“Masjid menjadi tempat ibadah umat Islam untuk berkumpul melaksanakan salat, menghadiri ceramah agama, membaca Al-Qur’an, dan berinteraksi dengan sesama muslim,” sambungnya.
“Saya juga mengimbau kepada tempat ibadah khususnya masjid untuk bantuan hibah jangan ada dilakukan pemotongan meskipun itu dilakukan oleh pembawa proposal,” tandasnya.














