MATTANEWS.CO, KARAWANG – Ribuan perangkat desa yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan gerbang PT Pertiwi Lestari, Telukjambe Barat, Karawang, Senin (6/4/2026).
Massa dari 19 kabupaten ini menuntut keadilan terkait dugaan intimidasi terhadap perangkat desa dan sengketa aset desa.
Aksi ini dipicu oleh insiden dugaan pengeroyokan yang menimpa perangkat Desa Wanasari beserta anggota keluarganya.
Peristiwa tersebut dinilai sebagai pelecehan terhadap marwah institusi pemerintahan desa.
“Kehadiran kami adalah bentuk solidaritas. Jika satu desa diusik, ribuan desa lain di Jawa Barat akan bergerak,” tegas salah satu orator dari atas mobil komando, Senin (06/04/2026).
Dalam orasinya, massa APDESI membawa dua poin tuntutan krusial.
Massa mendesak PT Pertiwi Lestari memberikan transparansi dan kepastian hukum terkait dugaan penggunaan tanah kas desa (TKD) atau aset Desa Wanasari.
Selain itu massa juga, mendesak aparat kepolisian memproses secara adil oknum yang terlibat dalam pengeroyokan terhadap perangkat desa, anak, menantu, serta anggota Karang Taruna setempat.
Meski ribuan massa memadati akses jalan utama Telukjambe Barat, aksi dilaporkan berjalan tertib.
Personel Polres Karawang tampak bersiaga melakukan pengaturan lalu lintas untuk mengurai kemacetan di sekitar lokasi industri.
Koordinator aksi terus menghimbau massa agar tidak terprovokasi dan menghindari tindakan anarkis selama penyampaian pendapat berlangsung.
APDESI mengisyaratkan akan melakukan mobilisasi massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak segera direspons secara konkret oleh pihak perusahaan maupun pemerintah daerah.
Mereka menekankan bahwa stabilitas sosial di Karawang bergantung pada penyelesaian konflik yang transparan dan tidak memihak.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Pertiwi Lestari belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan massa tersebut.(*)














