BERITA TERKININUSANTARATNI DAN POLRI

Sungai Surut, Semangat Tak Surut! Letkol Ricky Fauzie: Yonif 882/HB Tembus Jalur Air Demi Air Bersih Tebang Kacang

×

Sungai Surut, Semangat Tak Surut! Letkol Ricky Fauzie: Yonif 882/HB Tembus Jalur Air Demi Air Bersih Tebang Kacang

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KUBU RAYA – Jalan darat buntu, sungai pun surut. Tapi haus warga Desa Tebang Kacang tidak bisa menunggu. Di tengah kondisi itu, Prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 882/Hulubalang (Yonif TP 882/HB) memilih jalan yang paling sulit tembus lewat air.

Menyeret selang 150 meter, memompa dari kapal yang kandas, demi memastikan air bersih sampai ke tangan warga.

Kesulitan akses darat ke Desa Tebang Kacang, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, memaksa Yonif TP 882/HB menyalurkan bantuan air bersih melalui jalur Sungai Kapuas.

Namun tantangan belum selesai di air. Kapal pembawa bantuan kandas karena sungai sedang surut. Tanpa ragu, prajurit meminjam selang warga dan melakukan _dropping_ air dari atas kapal ke bak penampung di darat sejauh ±150 meter.

Setelah itu air diangkut lagi menggunakan mobil pickup milik warga ke titik distribusi. Upaya ekstra ini berhasil. Bantuan air bersih akhirnya diterima masyarakat.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Danyonif TP 882/HB Letkol Inf Ricky Fauzie.Menurutnya, keterlibatan warga dan Karang Taruna menjadi kunci keberhasilan misi ini.

“Ini bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat, khususnya warga yang menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar air bersih. Kami tidak bisa bekerja sendiri, kolaborasi dengan warga dan Karang Taruna sangat luar biasa,” tegas Letkol Inf Ricky Fauzie.

Para prajurit, warga, dan pemuda bahu-membahu. Ada yang menarik selang, memompa air, hingga mengangkut jeriken. Tidak ada pangkat, yang ada hanya semangat gotong royong.

Penyaluran bantuan dilaksanakan di Desa Tebang Kacang, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Wilayah ini rawan terisolir saat musim kemarau. Jalan darat rusak, dan Sungai Kapuas yang menjadi urat nadi transportasi juga ikut surut.

Karena kebutuhan dasar tidak bisa ditunda. Banyak warga yang sudah berhari-hari kesulitan air bersih untuk minum, masak, dan kebutuhan sehari-hari.

“Bagi Yonif TP 882/HB, kondisi medan bukan alasan untuk berhenti memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ketika jalur darat sulit ditembus, jalur air pun menjadi pilihan agar bantuan tetap sampai ke tujuan,” ujar Letkol Inf Ricky Fauzie.

Misi dimulai dari dermaga. Kapal dimuat penuh air bersih lalu menyusuri Sungai Kapuas. Harapannya bisa langsung sandar di desa.

Namun di tengah jalan, kapal kandas. Air terlalu dangkal. Di titik inilah pengabdian diuji. Letkol Inf Ricky Fauzie memerintahkan anggotanya untuk tidak kembali. Cari solusi.

Prajurit pun turun ke pemukiman, mengetuk pintu warga dan meminjam selang. Adegan dramatis terjadi air dipompa dari kapal, mengalir sepanjang 150 meter melintasi tanah becek menuju bak penampung.

Setelah itu, pickup warga digunakan untuk mendistribusikan air ke rumah-rumah. Tawa dan rasa syukur warga mengiringi setiap jeriken yang dibagikan.

DRAMATIS: “Tak Ada Medan yang Terlalu Sulit Ketika Niatnya Membantu”
Letkol Ricky Fauzie menyebut aksi ini sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Ini sekaligus menunjukkan komitmen prajurit untuk hadir di tengah masyarakat, terutama ketika warga membutuhkan bantuan dalam memenuhi kebutuhan dasar,” katanya.

Bagi warga Tebang Kacang, kehadiran Yonif 882/HB bukan hanya membawa air. Tapi membawa harapan bahwa negara hadir, bahkan di desa yang sulit dijangkau.

“Bantuan air bersih ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat Desa Tebang Kacang sekaligus membantu memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari,” tambah Danyon.

Letkol Inf Ricky Fauzie menegaskan, sinergi TNI dan rakyat dalam penanganan krisis air ini mempertegas komitmen pengabdian tanpa batas.

“Ke depan, Yonif TP 882/HB siap untuk terus hadir dan sigap merespons setiap kesulitan yang dihadapi masyarakat di wilayah binaannya. Langkah nyata ini diharapkan dapat mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menjaga keutuhan serta ketahanan sosial di daerah,” pungkasnya. (*)

Penulis: Bayu Hary Widodo
Editor: Riki Okta Putra