BeritaBERITA TERKININUSANTARA

Tak Pandang Bulu, Petugas dan WBP Rutan Putussibau Sama – Sama Jalani Tes Urine

×

Tak Pandang Bulu, Petugas dan WBP Rutan Putussibau Sama – Sama Jalani Tes Urine

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Tak ada ruang untuk lengah dalam menjaga lingkungan pemasyarakatan. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Putussibau kembali memperkuat pengawasan internal melalui pelaksanaan tes urine secara acak terhadap petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rabu (23/9/2026).

Sebanyak 40 orang, terdiri dari 30 WBP dan 10 petugas, menjalani pemeriksaan urine yang dimulai pukul 09.00 WIB di lingkungan Rutan Kelas IIB Putussibau.

Pemeriksaan dilakukan dengan metode random sampling sebagai bagian dari langkah deteksi dini, penguatan pengawasan, sekaligus memastikan kepatuhan seluruh unsur terhadap aturan yang berlaku.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh 40 peserta dinyatakan negatif.

Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas IIB Putussibau, Syahrinaldi, menegaskan bahwa pengawasan akan terus dilakukan secara konsisten dan tidak boleh hanya berhenti pada satu kegiatan pemeriksaan.

“Tes urine ini merupakan bagian dari langkah deteksi dini dan penguatan pengawasan di lingkungan Rutan Kelas IIB Putussibau. Kami ingin memastikan seluruh jajaran, baik petugas maupun warga binaan, memahami bahwa kepatuhan terhadap aturan merupakan hal yang tidak bisa ditawar, ” kata Karutan Syahrinaldi saat dikonfirmasi Mattanews.co, Kamis (24 September 2026)

Menurutnya, pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya warga binaan, petugas juga menjadi bagian dari objek pengawasan karena seluruh unsur memiliki tanggung jawab dalam menjaga keamanan dan ketertiban Rutan.

“Kami menegaskan bahwa aturan berlaku untuk semua. Tidak ada pengecualian dalam pelaksanaan pengawasan. Petugas harus memberikan contoh dalam kedisiplinan dan integritas, sementara warga binaan juga wajib mengikuti seluruh ketentuan yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Syahrinaldi juga mengimbau seluruh jajaran agar tidak menganggap pemeriksaan sebagai kegiatan formalitas.

Tak hanya itu, langkah pencegahan harus dilakukan sebelum muncul persoalan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

“Kami mengimbau seluruh petugas untuk terus menjaga integritas, meningkatkan kewaspadaan dan tidak membuka celah terhadap segala bentuk pelanggaran. Jangan sampai ada tindakan yang dapat merusak kepercayaan dan mencoreng nama baik institusi, “tutur Syahrinaldi

Kepada warga binaan, Ia juga menekankan pentingnya mengikuti program pembinaan serta menjauhi segala bentuk penyalahgunaan zat terlarang.

“Kami meminta seluruh warga binaan untuk mengikuti pembinaan dengan baik, menaati tata tertib dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan Rutan. Manfaatkan masa pembinaan ini untuk berubah menjadi lebih baik,” pesan Karutan.

Ia menambahkan, hasil negatif dari pemeriksaan kali ini patut dijaga bersama. Hasil tersebut bukan berarti pengawasan akan dikendurkan, melainkan menjadi momentum untuk terus mempertahankan kondisi yang aman dan tertib.

“Hasil negatif ini tentu menjadi hal yang baik, tetapi bukan berarti pengawasan berhenti. Justru ini harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk mempertahankan kondisi tersebut. Pengawasan akan terus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Dijelaskan Karutan, pelaksanaan tes urine berlangsung aman dan tertib. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian didokumentasikan dan dilaporkan kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat.

“Bagi Rutan Kelas IIB Putussibau, pengawasan internal menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan, ketertiban dan kepatuhan di lingkungan pemasyarakatan, “ucapnya.

Ditambahkan Karutan, pengawasan tidak boleh lengah, integritas harus dijaga.

“Dan setiap unsur di dalam Rutan memiliki tanggung jawab yang sama untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan tertib, “pungkasnya mengakhiri. (*)

Penulis: Bayu Hary Widodo
Editor: Riki Okta Putra