MATTANEWS.CO,KAPUAS HULU – Masyarakat perbatasan Indonesia-Malaysia di Kecamatan Puring Kencana, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, masih terpaksa hidup dalam zona mati, tanpa akses sinyal telekomunikasi yang memadai.
Sekretaris Kecamatan Puring Kencana, Uju Hambali, mengungkapkan kekecewaan dan keprihatinan masyarakat yang merasa terisolasi dari dunia luar.
“Kami sudah berteriak, kami sudah meminta bantuan, tapi sepertinya tidak ada yang mendengar. Kami tidak bisa menghubungi keluarga, tidak bisa mengakses informasi, tidak bisa melakukan transaksi online. Kami seperti hidup di zaman batu,” kata Uju Hambali dengan nada yang penuh emosi.
Masyarakat Puring Kencana telah lama menantikan kehadiran sinyal telekomunikasi yang kuat, namun hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan.
Mereka terpaksa menggunakan sinyal dari Malaysia yang lebih kuat, namun hal ini tidak dapat diandalkan karena sering kali terganggu.
“Kami tidak meminta banyak, hanya sinyal yang stabil dan kuat. Kami ingin bisa menghubungi keluarga, ingin bisa mengakses informasi, ingin bisa berpartisipasi dalam ekonomi digital. Tapi, sepertinya itu semua hanya mimpi,” tambah Uju Hambali.
Masyarakat Puring Kencana berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki situasi ini.
Mereka tidak ingin terus hidup dalam zona mati, tanpa akses sinyal telekomunikasi yang memadai.
“Kami butuh bantuan, kami butuh sinyal. Bantu kami, sebelum terlambat!”
Uju Hambali juga mengungkapkan bahwa kurangnya sinyal telekomunikasi telah berdampak pada perekonomian masyarakat Puring Kencana.
Banyak warga yang kesulitan melakukan transaksi online, sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kami berharap pemerintah dapat memperhatikan kebutuhan masyarakat Puring Kencana dan segera mengambil tindakan untuk memperbaiki situasi ini,” tutup Uju Hambali.














