MATTANEWS.CO, PURWAKARTA – Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) terus lakukan penyelidikan kasus dugaan pemotongan dana jasa pelayanan (Jaspel) kesehatan di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (Jabar).
Sampai hari ini setidaknya sudah 30 orang yang dimintai keterangan oleh penyidik tindak pidana korupsi Kejari Purwakarta guna mendalami dugaan pemotongan dana Jaspel kesehatan tersebut.
“Sekitar 30 orang sudah kita mintai keterangan terkait dugaan pemotongan Jaspel kesehatan di Puskesmas Plered ini,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwakarta, Yulitaria melalui Kasi Intel Onneri Khairoza kepada awak media, Kamis (30/06/2022).
Onneri menjelaskan, 30 orang yang dimintai keterangan soal dugaan pemotongan dana Jaspel kesehatan tersebut diantaranya, Kepala Dinas Kesehatan Purwakarta, Kepala TU dan Bendahara Puskesmas Plered, pihak BPJS Kesehatan serta pihak terkait lainnya.
“Untuk hari ini penyidik Kejari Purwakarta memanggil Kepala Puskesmas Plered untuk dimintai keterangan,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Dian Sriwidiati Karsoma, salah satu dokter di Puskesmas Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pelapor dugaan pemotongan dana jasa pelayanan (Jaspel) kesehatan dipanggil pihak Kejaksaan setempat, pada Kamis, 16 Juni 2022.
Selain dokter Dian, dari informasi yang diterima di lokasi, ada dua orang pegawai di Puskesmas Plered yang dipanggil pihak penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta untuk dimintai keterangan perihal dugaan pemotongan dana Jaspel kesehatan.
Saat diwawancarai awak media usai menjalani pemeriksaan di Kejari Purwakarta, dokter Dian membenarkan kedatangannya untuk memberikan keterangan kepada penyidik soal dugaan pemotongan dana Jaspel kesehatan yang dilaporkannya pada Jumat, 13 Mei 2022.
“Iya, saya dipanggil resmi oleh pihak Kejaksaan soal laporan dugaan pemotongan dana Jaspel yang saya laporkan,” kata dokter Dian, Kamis, 16 Juni 2022.
Dalam pemeriksaan tersebut, dokter Dian mengaku mendapat puluhan pertanyaan dari pihak penyidik Kejari Purwakarta.
“Ada sekitar 25 pertanyaan, diantaranya soal tupoksi dokter dan lainnya,” ucap anak mantan Sekda Purwakarta, Padil Karsoma ini.














