BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINAL

Tertekan, SA Dipaksa Layani Dua Pria Sekaligus

×

Tertekan, SA Dipaksa Layani Dua Pria Sekaligus

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG –
Hati orang tua mana yang tidak hancur ketika melihat anaknya pulang menggunakan seragam sekolah dalam kondisi lusuh dan acak-acakan. Bahkan anak yang terkenal ramah itu terkesan murung dan sedih. Belakangan terungkap, anaknya berinisial SA (16), telah menjadi korban pemerkosaan yang digilir dua pemuda, Jumat (17/7/3026).

Diungkapkan Ibu korban, DN (42), didampingi kuasa hukumny dari LBH Bima Sakti menjelaskan, kejadian berawal saat korban mengenal terlapor HF di media sosial. Cerita pun berlanjut dengan saling chat di whatsApp.

“Jadi cerita awalnya antara korban dan terlapor berkanalan di media sosial instagram. Kemudian berlanjut melalui chat wa di tahun 2025. Ditahun ynag sama, terlapor sempat mengajak bertemu dan jalan – jalan. Setelah itu mereka tidak pernah bertemu lagi,” ungkap kuasa hukum korban, Indah Permatasari didampingi Inez.

Dijelaskan Indah Permatasari, komunikasi antara korban dan terlapor masih berlanjut. Namun, tidak ikatan apapun.

“Mereka hanya berteman saja, tidak ada hubungan khusus. Namun, ketika terlapor menjemput klien kami di depan lorong untuk mengantarkan korban ke sekolah, Rabu (15/5/2026) pukul 06.00 WIB, ternyata malah dibawa ke rumah bedeng, berlokasi di Jalan Gading 4, Kecamatan Kalidoni, Palembang,” urainya.

Sesampai dirumah tersebut, lanjut Indah Permatasari, ternyata sudah menunggu rekan terlapor, PT. Korban sempat meminta diantarkan pulang, namun terlapor justru mengancam tidak mau mengantarkan pulang bocah lugu itu.

“Didalam rumah itu, korban dipaksa masuk ke kamar. Korban sempat menolak, hingga terjadi tarik manarik. Dalam tekanan, korban terpaksa melayani nafsu seks terlapor berkali-kali. Setelah puas, kembali korban melayani pemilik bedeng PT,” ujarnya.

Setelah menjadi budak pelampiasan seks kedua terlapor, korban dipulangkan dengan gojek.

“Klien kami terkejut saat melihat anaknya pulang ke rumah dalam kondisi lusuh dan murung. Anak sulung yang dikenal ramah, supel, namun tiba-tiba saja menjadi pendiam dan pemarah. Terlebih lagi dipertanyakan apa yang telah menimpanya,” tuturnya.

Ditambahkan Ibu korban, DN, anaknya itu tidak pernah keluar rumah.

“Saat pulang hari itu saya bertanya kemana saja. Sebab sekolahnya sempat memberikan kabar, kalau dia tidak masuk sekolah. Ketika saya lakukan pendekatan, akhirnya dia mengaku apa yang menimpanya. Dia telah disetubuhi oleh kedua terlapor. Kini masa depannya sirna, tidak ada harapan lain terkecuali meminta kedua pelaku bertanggung jawab dan diberikan hukuman setimpal,” terangnya.

DN meminta kepada Bapak Kapolda Sumsel, penyidik Ditres PPA dan PPO Polda Sumsel untuk segera turun tangan, menjemput kedua terlapor.

“Kami berharap agar penyidik cepat menjemput paksa kedua terlapor, karena hingga saat ini terlapor terus saja mencoba menghubungi anaknya, sehingga memicu trauma anaknya kian parah. Terlebih surat panggilan kedua pun sudah disampaikan kepada kedua terlapor,” tandasnya.