Terungkap.. Misteri Penyebab Kematian Bocah Berusia 3 Tahun Ditangan Bapak Tiri

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Terungkap misteri yang dialami DF (3), hingga menghembuskan nafas terakhir di RSUD Bari Palembang, akibat infeksi telinga dan sakit dibahu akibat penganiayaan yang dilakukan bapak tirinya, JN (29). Ini diungkapkan Ibu korban, SV (28) saat berada di rumahnya, Jalur Banyuasin, Kabupaten Banyuasin, Senin (5/7/2021).

Bacaan Lainnya

“Bener, dia (suami-red) yang menyiksa anak saya, hingga meninggal dunia. Saya sudah pasrah kalau dia mau ditangkap, tembak ataupun ditembak mati polisi. Saya akui dulu saya sayang kepadanya, namun kini tidak lagi, seiiring dia menghabisi nyawa anak saya,” ujarnya sedih.

Diungkapkan ibu empat anak ini, awal kejadian dirinya mendengar korban menangis lantaran kipas angin.

“Waktu itu saya baru satu minggu habis persalinan. Ketika saya di dapur, mendengar tangisan korban. Lalu saya buru-buru melihat, ternyata telinganya mengeluarkan cairan, hingga pelaku hendak membersihkannya dengan cotton bud, namun korban menolak. Lalu, pelaku marah dan menuduh saya selalu memperhatikan korban,” jelasnya.

Diceritakan SV, korban memang rewel sejak saya melahirkan anak dari pelaku JN.

“Saya memang baru mengenal pelaku. Saya menikah dibawah tangan dan memasuki ke angka empat bulan, terjadilah musibah yang mengorbankan satu anak. Jujur saja, saya hamil duluan, baru menikah dengan pelaku, kalau tahu kejadian seperti ini atau dia kasar terhadap anak saya, tidak akan mungkin saya mau menikah dengannya,” jelas SV.

Masih dalam hari yang sama, lanjut SV, tepatnya bulan pertengahan bulan Mei 2021, sebelum puasa, pelaku menjeburkan korban di sungai dan melempar baskom, karena selalu menangis.

“Korban selama digendong pelaku selalu menangis tersedu. Ketika kembali memeluknya, dia selalu marah-marah, menuding saya lebih sayang dengan korban,” urainya.

Disinggung saat korban dievakuasi ke rumah sakit, SV mengaku sengaja tidak menemani, karena harus menemani pelaku di rumahnya, Jalur Gasing, Banyuasin.

“Mengetahui korban di opname di rumah sakit, akhirnya saya memutuskan untuk menungguinya. Hingga kabar duka dari dokter pun saya terima, pelaku tidak pernah menghubungi atau memberikan kabar kepada saya, malah justru keluarga pelaku menuduh saya yang telah melakukan penyiksaan dan meninggalkan anak dan pelaku,” jelasnya.

SV mengucapkan terima kasih atas tindakan cepat Bapak polisi dan Ibu Polwan Polrestabes Palembang ini.

“Saya ucapkan banyak terima kasih atas respon cepat Polrestabes Palembang. Saya sedikit tenang, karena usaha keselamatan anak saya sudah direspon, meskipun taqdir mengatakan lain. Saya sudah merelakan anak saya, namun saya mengecam pelaku yang menyebabkan kematiannya. Saya harap polisi segera menangkapnya, kalau dia mau mati-matilah,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait