Timsus Macan Agung Satreskrim Polres Tulungagung Amankan Belasan Oknum Pesilat Lakukan Penganiayaan

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG- Tim khusus Macan Agung Satuan Reserse kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Tulungagung Polda Jawa Timur berhasil mengamankan belasan oknum pesilat yang telah melakukan penganiayaan.

“Benar, anggota Timsus Macan Agung Satreskrim Polres Tulungagung amankan 12 oknum pesilat dari Perguruan silat,” ucap Kasat Reskrim Polres Tulungagung Ajun Komisaris Polisi (AKP) Agung Kurnia Putra, S.I.K., M.H., M.Si., melalui Kasi Humas Polres Tulungagung Inspektur Polisi Satu Mohammad Anshori, S.H., melalui keterangan resmi di terima media online nasional mattanews.co, Rabu (11/1/2023) Siang.

“Akibat lakukan penganiayaan tersebut, akibatnya satu orang warga Perguruan silat mengalami luka-luka,” imbuhnya.

Anshori sapaan akrab menambahkan kasus penganiayaan itu melibatkan oknum pesilat dari Perguruan silat. Dimana, telah terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh belasan oknum pesilat secara bersama-sama di wilayah Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung, pada Kamis (5/1/2023).

“Kejadian itu terjadi sekira pukul 03.00 WIB, lokasi di trotoar depan rumah di jalan Pahlawan nomor 276, Desa Ketanon Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung,” tambahnya.

“Modusnya, berawal dari rasa fanatisme terhadap Organisasi Perguruan dan merasa tidak senang adanya konvoi yang dilakukan oleh Perguruan silat lain dengan bleyer-bleyer kendaraan,” sambungnya.

“Para pelaku lakukan penyerangan terhadap konvoi Perguruan lain dengan cara melempari batu,” kata Anshori menambahkan.

Lebih lanjut Anshori menjelaskan akibat penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Perguruan silat ini, mengakibatkan satu orang korban dari Perguruan silat lain pada saat lewat mengalami luka-luka.

Bacaan Lainnya

Diketahui, kata Anshori, korban yang dianiaya itu berinisial MAT (24) seorang pria berdomisili Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung.

“Adanya laporan, dan kantongi ciri-ciri dari pelaku, Timsus Macan Agung bergerak cepat dan meringkus para pelaku yang masih bersembunyi di halaman belakang sebuah masjid tidak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP),” terangnya.

“Pelaku yang diamankan dan sekarang sedang di proses dan sidik ada 12 orang, secara terperinci 9 dewasa dan 3 diantaranya merupakan anak di bawah umur,” imbuhnya.

“Berikut inisial para pelaku yang sudah diamankan diantaranya, RA,(22), IFU (19), MAEP (20), MBNR (20), MR (18), MA (17) dan MGS (16). Dari 7 tersangka itu merupakan warga Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Sementara inisial FDFF (20) dan DBAJ (20) merupakan warga Boyolangu Tulungagung dan ZRPP (21) warga Kecamatan Kota Tulungagung, inisial SAS(25) warga Kepatihan Tulungagung, inisial AE (17) warga Gondang Kabupaten Tulungagung,” kata Anshori menambahkan.

Menurut Anshori, dari penangkapan tersebut, petugas mengamankan dari tangan pelaku barang bukti berupa hasil Visum Et Repertum, 11 buah Kerikil, 2 buah pecahan bata merah dan 1 Buah Balok Kayu.

Tersangka sebanyak 9 orang laki-laki dewasa dilakukan penahanan di Rutan Polres Tulungagung sedangkan untuk 3 orang anak-anak diwajibkan untuk lapor dan kasus tetap dilanjutkan.

“Adapun dari belasan pesilat tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 170 ayat 1 KUHP tentang pengeroyokan,” pungkas Mantan Wakapolsek Besuki Polres Tulungagung Polda Jawa Timur.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait