MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap maraknya penyakit demam chikungunya di Kabupaten Kapuas Hulu, jajaran TNI tidak tinggal diam. Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 927/Uncak Kapuas turun langsung membantu masyarakat melalui kegiatan pengasapan atau fogging di delapan fasilitas pendidikan di wilayah Putussibau dan sekitarnya.
Langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus pengabdian TNI dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.
Lingkungan sekolah menjadi salah satu sasaran karena merupakan tempat aktivitas banyak pelajar, tenaga pendidik, dan masyarakat.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, sebanyak 10 personel Yon TP 927/Uncak Kapuas dikerahkan dengan didukung dua unit mesin fogging, obat pengasapan, serta bahan bakar minyak (BBM).
Adapun delapan fasilitas pendidikan yang menjadi sasaran fogging meliputi SMK Negeri 1 Putussibau, SMA Negeri 2 Putussibau, SLB Putussibau, SMP Negeri 7 Putussibau, SD Negeri 1 Kedamin Hilir, SMP Insan Mandiri, SD Negeri 23 Kedamin, dan SD Negeri 29 Tanjung Jati.
Kegiatan tersebut terlaksana melalui kerja sama antara personel Yon TP 927/Uncak Kapuas, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas Putussibau Selatan.
Komandan Batalyon Teritorial Pembangunan 927/Uncak Kapuas, Letkol Inf Jamrizal, mengatakan bahwa keterlibatan pihaknya merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi masyarakat, terutama ketika wilayah Kapuas Hulu sedang menghadapi persoalan kesehatan akibat maraknya penyakit chikungunya.
“Kita bertujuan untuk membantu masyarakat sekitar kita, karena sekarang di Kapuas Hulu sedang marak sakit demam chikungunya,” ungkap Letkol Inf Jamrizal saat dikonfirmasi Mattanews.co Kamis (5 November 2026)
Menurut Jamrizal, kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjalankan tugas pertahanan negara, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi rakyat.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan perwujudan nyata bakti TNI kepada masyarakat. Sebab, keberadaan TNI tidak dapat dipisahkan dari rakyat yang menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdian bangsa.
“Hal ini juga sebagai perwujudan bakti TNI kepada masyarakat, karena TNI lahir dari rakyat dan untuk rakyat,” tegasnya.
Letkol Inf Jamrizal juga memastikan bahwa jajarannya akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika warga menghadapi kesulitan dan membutuhkan bantuan.
“Kami akan selalu ada untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Tak hanya itu, komitmen Yon TP 927/Uncak Kapuas untuk tidak hanya hadir dalam menjalankan tugas militer, tetapi juga mengambil bagian dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan sosial maupun kemanusiaan.
“Melalui kegiatan fogging di delapan sekolah tersebut, diharapkan upaya perlindungan kesehatan di lingkungan pendidikan semakin meningkat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat, bersih, dan nyaman bagi para siswa maupun tenaga pendidik, “tutur Letkol Inf Jamrizal.
Masih kata Danyon, sinergi antara TNI, Dinas Kesehatan, Puskesmas, pemerintah daerah, dan masyarakat juga dinilai penting agar upaya pencegahan serta pengendalian penyakit dapat berjalan lebih maksimal.
“Di sisi lain, masyarakat diharapkan turut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, “pesan Danyon.
Kemudian, dengan semangat pengabdian tersebut, Yon TP 927/Uncak Kapuas berharap keberadaan TNI benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Bagi TNI, pengabdian bukan hanya tentang menjaga kedaulatan negara, tetapi juga tentang hadir ketika rakyat membutuhkan pertolongan. Semangat inilah yang terus menjadi landasan dalam memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat, “tutup Letkol Inf Jamrizal. (*)














