BERITA TERKINIEKONOMI & BISNISHEADLINENUSANTARAPEMERINTAHAN

Trans Jatim Koridor II Siapkan 15 Bus, Keselamatan Penumpang Jadi Prioritas

×

Trans Jatim Koridor II Siapkan 15 Bus, Keselamatan Penumpang Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, MALANG – Transjatim Koridor II Malang Raya segera memasuki tahap operasional dengan menyiapkan 15 unit bus. Operator juga memperkuat aspek keselamatan melalui kelengkapan perangkat darurat, sistem pemantauan berbasis CCTV, serta pelatihan pengemudi.

Layanan yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Kamis (29/10/2026) ini terdiri atas 14 bus operasional dan satu unit cadangan. Kesiapan armada menjadi bagian penting untuk mendukung kelancaran perjalanan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Lauda Patrick Yanata dari bagian operasional PT 86 Transport, selaku operator pelaksana, menjelaskan bahwa armada Koridor II telah memiliki perlengkapan keselamatan yang dibutuhkan penumpang.

“Kalau untuk persiapan Koridor II, dari sisi bus sudah lengkap. Fasilitas keselamatan penumpang juga sudah tersedia,” ujar Lauda.

Operator menyiapkan sejumlah perangkat untuk mengantisipasi kondisi darurat selama perjalanan. Perlengkapan tersebut mencakup Alat Pemadam Api Ringan (APAR), alarm kebakaran, pemecah kaca darurat, dan pintu darurat untuk evakuasi penumpang.

Selain perlengkapan tersebut, setiap armada juga menggunakan kamera pengawas atau CCTV. Kamera tambahan di sisi kanan dan kiri bagian luar bus membantu memperluas area pemantauan.

Menurut Lauda, sistem CCTV terhubung dengan pusat kendali (control center) di tingkat Provinsi Jawa Timur. Sistem ini mendukung pemantauan perjalanan dan membantu petugas mengawasi kondisi operasional.

Keberadaan perangkat tersebut diharapkan memperkuat pengawasan terhadap armada. Dengan demikian, operator memiliki dukungan pemantauan ketika menghadapi gangguan atau insiden di perjalanan.

Kesiapan layanan tidak hanya bergantung pada kondisi kendaraan. Operator juga membekali pengemudi dengan pemahaman prosedur kerja dan keterampilan berkendara yang aman.

Materi pelatihan meliputi standar operasional prosedur (SOP), kedisiplinan, teknik pengereman, serta tata cara mengemudikan bus. Pengemudi juga mempelajari pengambilan keputusan dalam situasi tertentu dan pengendalian emosi saat menghadapi kondisi lalu lintas.

Lauda menjelaskan bahwa pembekalan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapan pengemudi dalam menjalankan tugas. Mereka juga harus memahami ketentuan operasional yang berlaku di lingkungan Trans Jatim.

Meski demikian, operator belum memberikan kepastian mengenai jumlah pengemudi yang bertugas di Koridor II. Informasi tentang pembagian jadwal kerja dan pola pergantian pengemudi juga masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Dari sisi teknis, seluruh 15 bus telah menjalani uji KIR dan memiliki kelengkapan dokumen kendaraan. Rinciannya mencakup 14 unit untuk pelayanan reguler serta satu unit yang disiapkan sebagai cadangan.

Kehadiran armada cadangan dapat membantu menjaga kesinambungan layanan ketika bus operasional membutuhkan pemeriksaan atau perbaikan. Namun, operator masih perlu menjelaskan mekanisme penggantian kendaraan apabila terjadi kendala teknis saat pelayanan berlangsung.

Adapun jadwal keberangkatan, frekuensi perjalanan pulang-pergi (PP), dan pengaturan operasional harian mengikuti ketentuan manajemen Trans Jatim.

Kepastian informasi tersebut penting agar calon penumpang dapat merencanakan perjalanan dengan lebih mudah. Kejelasan jadwal juga membantu masyarakat menyesuaikan waktu keberangkatan dengan kebutuhan aktivitas sehari-hari.

Transjatim Koridor II dirancang untuk menghubungkan sejumlah kawasan di Kota Malang dan Kabupaten Malang. Rute layanan ini mencakup Terminal Arjosari dan Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang, kemudian berlanjut menuju kawasan Gondanglegi hingga Terminal Talangagung di Kepanjen.

Pemerintah daerah menjadwalkan peluncuran layanan di halaman Pendopo Kantor Bupati Malang, Kepanjen. Kehadiran koridor ini menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan transportasi umum di kawasan Malang Raya.

Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk berbagai keperluan. Mulai dari perjalanan menuju tempat kerja, sekolah, hingga aktivitas perdagangan dan ekonomi antarkawasan.

Namun, keberhasilan layanan tidak cukup hanya mengandalkan jumlah armada dan kelengkapan fasilitas. Operator juga perlu menjaga ketepatan jadwal, disiplin pengemudi, konsistensi pelayanan, serta pengawasan perjalanan.

Aspek tersebut akan menentukan kualitas layanan dalam jangka panjang. Masyarakat membutuhkan transportasi yang tidak hanya terjangkau dan mudah diakses, tetapi juga aman, nyaman, serta memiliki jadwal yang dapat diandalkan.

Dengan persiapan armada, fasilitas keselamatan, dan pelatihan pengemudi, Transjatim Koridor II diharapkan mampu menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin baik bagi masyarakat Malang Raya.

Penulis: M Solikin
Editor: Selfy