NUSANTARA

Wahid Nurhidayat : Dzikir Bersama Tambah Iman dan Taqwa dalam Berbangsa dan Bernegara

×

Wahid Nurhidayat : Dzikir Bersama Tambah Iman dan Taqwa dalam Berbangsa dan Bernegara

Sebarkan artikel ini

Reporter : Ricky

LABUHANBATU, Mattanews.co – Jelang peringatan HUT RI ke – 75 tahun, Pos Angkatan Laut (Posal) Sei Berombang tetap konsisten dengan merangkul dan mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam mewujudkan Kamtibmas. Sehinga dapat menjadikan wilayah tersebut tetap dalam kondusif dan terkendali.

Kegiatan yang diadakan Posal Sei Berombang sesuai dengan arahan dan perintah Danlanal Tanjung Balai Letkol Laut (P) Dafris M.Sc kepada seluruh Danposal dalam rangka menyambut HUT RI ke 75. Arahan maupun perintah yang diberikan tersebut, sebagai wujud kebersamaan Angkatan Laut dengan masyarakat untuk membangun Indonesia sebagai negara yang benar – benar memiliki kedaulatan yang penuh.

“Seluruh rangkaian kegiatan yang kita laksanakan sesuai perintah Danlanal Tanjung Balai. Sebagaimana kegiatan yang telah kita gelar bersama, wujud kebersamaan Angkatan Laut dengan masyarakat. Khususnya masyarakat yang berada di wilayah Sei Berombang,” ucap Danposal Sei Berombang Letda Laut Wahid Nurhidayat SH ketika ditemui di Mako Posal Sei Berombang, Senin (17/8/2020).

Dengan berbagai kegiatan tersebut, Wahid berharap, masyarakat dapat kembali memahami pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan dalam keanekaragaman dalam bermasyarakat. Seperti halnya menjaga kemaritiman di wilayah Sei Berombang tetap kondusif.

‘Dengan menjaga persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa yang bernegara dan memegang teguh asas negara, tentunya kita dalam hal apa pun selalu mengutamakan musyawarah. Karena bangsa kita menganut adat ketimuran. Dan lagi kita berharap bersama, masyarakat dapat menjaga kondusifitas kemaritiman diwilayah kita. Tentunya selalu tetap dalam kebersamaan walau beranekaragam,” jelasnya.

Menurut Wahid, kegiatan perlombaan untuk menjunjung tinggi sportifitas. Mendidik generasi – generasi penerus bangsa agar selalu mengedepankan hal – hal positif dalam pembangunan daerah yang merata.

“Kecerdasan generasi penerus bangsa ini haruslah tetap kita perhatikan. Karena, para generasi penerus bangsa ini merupakan cikal bakal orang-orang yang akan membangun daerahnya lebih maju dan berkembang. Dengan kegiatan perlombaan, mengasah kemampuan dan daya ingat. Serta daya saing yang sehat memberikan arti menjunjung ketaatan dalam peraturan yang ada. Kita berharap, generasi penerus bangsa ini, tetap memberikan kontribusi pembangunan yang baik kepada negara. Terkhusus kepada daerah dimana mereka berdomisili,” harap Wahid.

Selain perlombaan, lanjut Wahid, dzikir bersama juga ikut digelar. Pelaksanaan dzikir ada dibeberapa lokasi yang telah di tetapkan sebagai tempat pelaksanaannya. Pelaksanaan dzikir pun bukan hanya sekedar untuk digelar sebagai kegiatan.

Namun, dzikir digelar untuk mengimbangi dari sisi lahiriyahnya. Kemudian, dzikir untuk bentuk rasa syukur terhadap nikmat Tuhan Yang Maha Esa atas kemerdekaan yang dianugerahkan kepada bangsa Indonesia.

“Membentuk generasi muda yang cerdas dan kuat spiritualnya. Dalam arti, pondasi agama perlu di pupuk sejak dini. Sebab, sebagai benteng para remaja dalam pengaruh – pengaruh hal negatif. Terutama pada pengaruh bahaya narkoba. Perhatian kita bersama harus kita wujudkan,” kata dia.

“Hiat dzikir ini juga bentuk terimakasih kepada Allah SWT atas jasa jasa perjuangan para pahlawan-pahlawan kita yang telah berkorban nyawa meraih kemerdekaan bangsa Indonesia. Saat ini, kita juga melanjutkan perjuangan para pahlawan. Akan tetapi, perjuangan kita bukan meraih lagi, namun mempertahankan kemerdekaan. Kemudian, dengan kata bijak yakni menambah keimanan dan ketaqwaan kita dalam berbangsa dan bernegara,” lanjut Wahid.

Pada masyarakat, Wahid Nurhidayat berpesan, berkembangnya suatu daerah dikarenakan masyarakatnya telah benar – benar sadar akan ketaatan dalam mematuhi peraturan, ikut berperan serta dalam program pembangunan pemerintah, dan selalu menjaga kekondusifan wilayah.

“Daerah berkembang itu tak banyak yang perlu diperhatikan. Peran serta masyarakat, kepatuhan akan peraturan dan khusus di Sei Berombang, jaga kondusifitas kemaritiman kita. Dengan seperti itu, terciptalah kenyamanan dan keamanan yang kita inginkan bersama,” tutup Wahid.

Editor : Chitet