6 Hari Sebelum Jabatannya Berakhir, Akhyar Nasution Dilantik Jadi Wako Medan Defenitif

  • Whatsapp
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melantik Akhyar Nasution sebagai Wali Kota Medan definitif (Dok. Humas Pemprov Sumut / Mattanews.co)
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melantik Akhyar Nasution sebagai Wali Kota Medan definitif (Dok. Humas Pemprov Sumut / Mattanews.co)

MATTANEWS.CO, MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi melantik Akhyar Nasution sebagai Wali Kota (Wako) Medan definitif di sisa masa jabatan periode 2016-2021, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Kamis (11/2/2021).

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, Akhyar menjabat sebagai Wakil Wali Kota (Wawako) sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Wao Medan sejak bulan Oktober 2019 lalu.

Pelantikan ini mengukir sejarah baru di Pemerintah Kota (Pemkot) Medan. Pasalnya, Akhyar Nasution menjabat sebagai kepala daerah definitif menggantikan pejabat sebelumnya di satu periode, hanya enam hari sebelum masa baktinya berakhir pada tanggal 16 Febuari 2021 mendatang.

Pengesahan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 131.12-212/2021, tentang Pengesahan Pengangkatan Wali Kota dan Pengesahan Pemberhentian Wali Kota Medan.

“Ada 6 hari untuk Wali Kota Medan menjalankan amanah ini. Namun demikian menjadi pemimpin bukan masalah waktu, tetapi apa yang bisa dibuat untuk Kota Medan dengan rasa tulus dan ikhlas,” ucap Gubernur Sumut.

Meski terbilang singkat, namun menurutnya ini merupakan sejarah dan mencatatkan nama Akhyar Nasution yang pernah menjadi Wako Medan.

Edy Rahmayadi berpesan, agar Akhyar jangan pernah berhenti untuk terus mengabdikan dirinya kepada bangsa dan Provinsi Sumut, terkhusus Kota Medan setelah masa jabatannya sebagai Wali Kota Medan berakhir.

BACA JUGA : Korban Jiwa Akibat Gempa Sulbar Dapat Santunan Rp15 Juta dari Kemensos

Sementara Akhyar mengatakan, harmonisasi warga Kota Medan yang selama ini sudah terbangun dengan baik. Dan akan terus dijaga hingga berakhirnya masa jabatannya sebagai Wali Kota Medan.

Di akhir masa jabatannya, dia akan menyiapkan administrasi penyelenggaraan APBD Kota Medan, termasuk menyelesaikan secepatnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Sehingga dapat terlaksana semua rencana dan program pembangunan yang telah disiapkan.

“Memang ada keterlambatan akibat peralihan dari Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) ke Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD). Namun tidak berjalan sehingga kembali ke SIMDA. Ini yang akan segera kita laksanakan,” ujar Akhyar.

Akhyar menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Kota Medan, atas apa yang dikerjakan selama ini belum memuaskan dan diterima.

“Walaupun demikian, banyak yang sudah kami lakukan. Silahkan dinikmati dan dimanfaatkan. Sebaliknya jika masih kurang berkenan, tolong maafkan lah kami,” ujarnya.

 

*****

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait