MATTANEWS.CO, BATANGHARI – Bupati Batanghari M. Fadhil Arief menegaskan, ditengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, kesempatan bagi guru mengembangkan inovasi dan improvisasi.
“Karena saat ini kita PPKM level 4 pendidikan semua dilakukan secara daring tidak boleh ada tatap muka, Ini kesempatan bagi tenaga pendidik di Kabupaten Batanghari untuk mengembangkan inovasi dan improvisasinya,” terang Bupati Batanghari M. Fadhil Arief saat diwawancarai Mattanews.co usai mengikuti kegiatan Upacara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia Ke-76 secara Virtual di Ruang Kaca Rumah Dinas Bupati, Selasa (17/08/2021).
Ia jelaskan, hal itu dapat memberi pelajaran kepada seluruh orang tua di Batanghari bahwa, mendidik anak itu utama tanggung jawab orang tua.
“Selama ini kita serahkan kepada guru saja, nah ini kesempatan agar terjadi kolaborasi antara guru dan orang tua. Pendidikan anak itu kewajiban kita bersama antara, orang tua dan tenaga kependidikan,” tegasnya. “Ingat anak itu adalah amanah Allah SWT yang harus kita jaga dengan baik, ” sambungnya.
Bupati juga mengatakan, saat ini alat Swab terbatas, dan itu telah disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari langsung terhadap dirinya.
“Kadinkes telah melapor kepada saya bahwa ada tambahan 2.000 alat Swab yang sudah kita beli, direncanakan untuk dipesan kembali anggaran kita cukup untuk itu,” ujarnya.
“Saat ini target pemerintah pusat adalah 4.000 stacking per hari ini masih jauh dari pada target, bahkan posisi terakhir 761 tes Swab ini yang mesti kita kejar. Jangan sampai kasusnya turun karena tesnya rendah, ini namanya akal-akalan kita tidak menginginkan seperti itu,” pungkasnya.















