MATTANEWS.CO, TANAH DATAR – Ratusan massa dari Aliansi Mahasiswa seruduk kantor Bupati Tanah Datar. Kehadiran mereka bertujuan untuk menyampaikan tiga tuntutan.
Mereka datang dikawal oleh pihak kepolisian pada hari Jumat,(27/8/2021) ini. Para masa aksi disambut oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra di Aula kantornya
Ketua Aliansi Mahasiswa se-Tanah Datar Ihsan mengatakan, mereka datang untuk menyampaikan tiga tuntutan.
“Pertama transparansi dana penanganan Covid-19. Kedua pastikan bantuan sampai kepada yang berhak menerima. Ketiga bagaimana tindak lanjut tentang temuan dari BPK, OPD yang menyalahgunakan anggaran tahun 2020,”katanya saat menyampaikan tuntutan di ruang Aula kantor Bupati
Bahkan dia pun mempertanyakan tentang alih Fungsinya Bank BPD menjadi Bank Sariah. Lantaran pemegang saham terbesar adalah Tanah Datar. Namun komisaris bukan berasa dari Tanah Datar.
“Dengan jumlah saham sampai puluhan miliar. Kami mahasiswa pun tidak pernah mendapatkan bantuan CSR,”pungkasnya
Sementara itu Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan, dia menampung semua tuntutan mahasiswa. Dia sendiri merasa apa yang dilakukan mahasiswa adalah bentuk perhatian kepada pemerintah.
“Namun sudah 6 bulan kepemimpinan saya sebagai Bupati Tanah Datar. Kita belum mendapat laporan, tentang pengunaan dana Covid-16 tahun 2020 lalu,”jelasnya.
Dia mengaku BPK Pusat pun telah memeriksanya. Disebutkannya apabila ada temuan tentunya akan diproses dan dipertanggung jawabkan sesuai hukum yang berlaku.
Selanjutnya dia menjawab, penyaluran bantuan Covid-19 kepada masyarakat. Pihaknya terus melakukan kontrol. Dia menjamin semuanya telah tersalurkan dengan benar.
“Saya berharap teruslah kawal kami. Apabila di lapangan ada penyimpangan mari kita tindak tegas bersama-sama,”pungkasnya.















