BERITA TERKINI

BPBD Tulungagung Bersama Stakeholder Bangun Tanggul Sementara

×

BPBD Tulungagung Bersama Stakeholder Bangun Tanggul Sementara

Sebarkan artikel ini
Saat pembangunan tanggul sementara di aliran sungai masuk Desa Betak Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung, Foto:Doc BPBD Tulungagung/mattanews.co

MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Gerak cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung bersama stakeholder membangun tanggul sementara secara bergotong-royong di kawasan sungai masuk wilayah Desa Betak Kecamatan Kalidawir yang dimulai Minggu (14/11/2021).

Perbaikan tanggul sementara, disebabkan pada hari sebelumnya di daerah tersebut terjadi hujan deras sehingga tanggul jebol dan debit air meluber hingga menggenangi area persawahan dan rumah penduduk di sekitar.

“Jadi begini, kita bangun tanggul sementara ini melibatkan lintas sektoral terkait diantaranya dari Perusahaan Jasa Tirta (PJT), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Tulungagung, bersama para relawan sekaligus dari perangkat Desa Betak,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung Suroto dalam keterangannya, Senin (15/11/2021).

Ia menambahkan, pasca jebolnya tanggul di aliran sungai masuk Desa Betak Kecamatan Kalidawir tersebut pihaknya bersama stakeholder terkait melakukan perbaikan guna mengantisipasi terjadinya luapan air kembali.

Perbaikan dilakukan dengan menutup tanggul sungai yang jebol dengan cara memasang bambu secara berhimpitan yang kemudian diberikan tumpukan karung berisi tanah yang kemudian dilapisi bambu lagi dan diulang terus supaya kuat menahan air.

“Akses menuju tempat pembangunan tanggul sementara memang sulit, bahkan tadi truk muat tanah, tadi sempat ambles rodanya,” tambahnya.

Tanggul sementara dibangun sekira 30 meter,” imbuhnya.

Kerja bakti yang dikerjakan hari ini, lebih lanjut Suroto menjelaskan, diperkiraan belum selesai karena pemasangan sasak dan dolken (Tiang bambu.red) rencana besok, untuk pemasangan bagian luar baru setelah itu tengah baru ditimbun dengan tanah.

Selain itu, pengerjaan perbaikan tangkis yang jebol memang memerlukan waktu yang agak lama, mengingat harus terlebih dahulu menunggu bantuan eskavator dari BBWS (Balai Besa Wilayah Sungai) Brantas untuk membantu pemasangan dolken.

“Kendalanya, tempat pembuatan tangkis jaraknya jauh dari jalan utama, selain masalah waktu akses jalan menuju tempat memang agak sulit,” terangnya.

Kepala BPBD Kabupaten Tulungagung memaparkan setelah pembangunan sementara tanggul ini diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir, jika terjadi hujan lagi luapan air tidak sampai ke area persawahan bahkan rumah penduduk.

“Iya benar, tentunya diperlukan normalisasi sungai, namun demikian, dalam hal ini perlu adanya koordinasi dengan pihak terkait untuk memetakan daerah aliran sungai mana yang perlu dilakukan hal tersebut,” tandasnya.