MATTANEWS, PALEMBANG – Seorang pekerja bangunan di Kantor Gubernur Sumatra Selatan jatuh, Kamis (9/12/2021) pagi. Berita ini menjadi heboh lantaran diduga pekerja tersebut tidak menggunakan alat pelindung diri (APD).
Pekerja ini merupakan salah satu pekerja dari CV Mulya Jaya, pihak ketiga yang digandeng Pemprov Sumsel untuk perbaikan dan renovasi gedung pemerintahan tersebut. Kini, pekerja yang belum diketahui identitasnya itu, sudah dilarikan dan dirawat di RS Charitas Palembang.
Menanggapi hal itu, Kabiro Umum dan Perlengkapan Setda Sumsel, Sandi Fahlevi melalui Kasubag Pemeliharaan Gedung dan Peralatan Kantor Biro Umum dan Perlengkapan, Sarmedi mengatakan, saat kejadian sekitar pukul 10.30 WIB itu pihaknya sedang rapat, namun mendapat informasi bahwa ada salah satu pekerja yang jatuh saat melakukan renovasi tersebut.
“Kami dapat informasi di lapangan ada pekerja yang terpeleset dan jatuh. Dia adalah satu pekerja proyek yang memperbaiki dan memasang ornamen di depan kantor Gubernur Sumsel. Tapi berdasarkan informasi, pekerja ini sudah pakai APD,” jelas Sarmedi, dikonfirmasi Kamis (9/12/2021).
Ia menjelaskan, sebelum dan selama masa pengerjaan renovasi gedung pihak ketiga yang mendapat amanah sudah diingatkan untuk mematuhi K3 dan selalu diminta agar seluruh pekerja menggunakan APD.
“Seluruh pekerjaan sudah kita ingatkan agar pekerja menggunakan APD. Baik itu tompi, sepatu pengaman, tali pengaman, helm dan sebagainya. Bahkan untuk jaring pengaman dan rambu-rambu pekerjaan pun sudah dipasang. Namun berdasarkan informasi memang yang bersangkutan menggunakan APD,” jelasnya.
APD ini juga, menurutnya, yang telah melindungi pekerja tersebut sehingga tidak berakibat fatal. “Kami langsung larikan pekerja ini ke RS Charitas. Dan kami sudah memastikan bahwa pekerja ini hanya alami luka ringan dan shock. Insya Allah tidak luka berat,” ungkapnya.
Pihaknya pun memastikan seluruh pekerja dari pihak ketiga itu sudah terlindungi oleh BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
“Setelah kejadian ini, kami pun meminta agar pihak ketiga lebih meningkatkan safety agar tidak terjadi kembali kejadian serupa. Dan pekerjaan renovasi tetap berlanjut,” pungkasnya.















