HUKUM & KRIMINAL

Lengkapi BB, Polda Sumsel Sita Sofa “Mantap-mantap” Oknum Dosen Unsri

×

Lengkapi BB, Polda Sumsel Sita Sofa “Mantap-mantap” Oknum Dosen Unsri

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, OGAN ILIR – Kasus pelecehan seksual oleh oknum Dosen Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsri, AR terhadap mahasiswi DR (22) sudah bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Palembang.

Rupanya dalam proses di PN, masih ada barang bukti (BB) yang masih tercecer alias belum lengkap yang diminta oleh majelis Hakim di PN Palembang, yakni kursi sofa yang diduga tempat terjadinya “mantap-mantap” oleh oknum dosen tersebut.

Untuk melengkapi BB, 4 personil Ditreskrimum Polda Sumsel, Rabu (16/2/2022) sekitar pukul 15.15 WIB tiba di FKIP Unsri Indralaya menggunakan mobil Doble Cabin warna hitam Nopol BG 8289 NI.

Tiba di halaman parkir FKIP tiga petugas turun dari mobil langsung menemui Kabag TU FKIP Unsri, Mardisal untuk meminta izin mengambil BB Kursi Sofa di ruangan Laboratorium Sejarah tempat terjadinya pelecehaan seksual.

Sebanyak tiga kursi sofa panjang dan pendek diangkut petugas ke mobil untuk dibawa ke Kejaksaan Negeri Palembang, guna melengkapi proses pemeriksaan persidangan.

Hanya berlangsung sekitar 4 menit atau sekitar pukul pukul 15.19 WIB, petugas Polda langsung tancap gas tanpa memberikan keterangan kepada para wak media yang sudah menunggu sejak pukul 14.00 WIB.

Kanit 3 Subdit 4 Ditreskrimum Polda Sumsel, IPDA Santy Wijaya melalui telpon selulernya mengatakan, penyitaan BB kursi sofa di ruangan Laboratorium Sejarah FKIP Unsri dalam upaya melengkapi unsur perbuatan cabul yang dilakukan oleh oknum terdakwa Dosen Unsri

“Kursi Sofa itu tempat berlangsungnya kasus pelecehaan seksual, makanya kita sita sebagai BB untuk melengkapi proses persidangan yang dilakukan oleh pihak kejaksaan, saat ini perkaranya sudah tahapan pemeriksaan saksi-saksi di PN,’’ katanya.

Kabag TU FKIP Unsri, Mardisal menerangkan, kedatangan petugas Polda Sumsel tersebut untuk kedua kalinya menyita BB Sofa Kursi.

“Sekitar 2 minggu lalu mereka menyita sofa kursi, namun ternyata mereka datang kembali untuk menyita semua sofa kursi alias satu set,’’ terangnya. (*)