PENDIDIKAN

Bursa dan Pameran Keris Tosan Aji, Bupati Tulungagung: Keris Merupakan Mahakarya Nilai Seni Tinggi

×

Bursa dan Pameran Keris Tosan Aji, Bupati Tulungagung: Keris Merupakan Mahakarya Nilai Seni Tinggi

Sebarkan artikel ini
Dari kanan: Dio Jordi Alvian Ketua Panitia, Bupati Tulungagung Drs Maryoto Birowo, M.M., Wakil Bupati H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., Wakil Ketua DPRD Ahmad Baharudin saat melihat Bursa & Pameran Keris Tosan Aji, Jum'at (4/3) Foto: Ferry Kaligis/mattanews.co

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M., menyebut keris itu warisan budaya leluhur yang merupakan mahakarya yang memiliki nilai seni yang tinggi.

Hal ini dikatakan usai membuka Bursa dan Pameran Keris Tosan Aji di kediaman Mantan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, Kecamatan Ngantru, Jum’at (4/3/2022) Malam.

“Jadi begini, keris itu keberadaannya lahir dari budaya leluhur kita, dan merupakan suatu pusaka atau jimat,” kata Bupati Maryoto didampingi Wakil Bupati H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., di lokasi pameran.

“Jimat itu suatu benda yang di aji-aji dan di rumat (Rawat.red) artinya selalu di junjung tinggi, karena pusaka keris merupakan lambang kepada pemegangnya merupakan satu kewibawaan kepribadian menunjukkan satu falsafah khususnya orang Indonesia termasuk orang Jawa,” imbuhnya.

Bupati Maryoto menambahkan, bursa dan pameran keris tosan aji merupakan bagian dari nguri-uri budaya. Pihaknya memahami dengan hal tersebut sebagai upaya melestarikan kebudayaan.

“Iya benar, nguri-uri budaya itu turut melestarikan yang di dalamnya itu menjaga, mengamankan, memelihara, dan sebagainya terkait warisan para leluhur kita,” tambahnya.

Lebih lanjut Maryoto menjelaskan, sebuah keris itu warisan budaya dari leluhur yang merupakan mahakarya yang mempunyai nilai seni yang tinggi.

Sedangkan keris itu dulu leluhur pada saat membuatnya belum menggunakan teknologi modern seperti sekarang ini.

“Dulu biasanya yang membuat itu para Empu yang ahli dalam membuat senjata,” terangnya.

“Adapun pengaruh dan fungsi keris itu pada masyarakat semenjak dahulu digunakan sebagai senjata, alat pusaka. Seringkali keris juga dianggap memiliki kekuatan magis, bahkan hingga sekarang sering dipakai aksesoris untuk pakaian adat,” sambungnya.

Bursa dan pameran keris tosan aji, Maryoto mengharapkan, selain nguri-uri warisan budaya leluhur, sekaligus bisa menyampaikan pesan edukasi kepada generasi muda agar mengerti bentuk sebuah nilai seni budaya.

Pada kesempatan ini, pihaknya menghimbau kepada panitia maupun peserta bursa dan kolektor keris agar tetap mematuhi protokoler kesehatan, karena pandemi Covid-19 masih melanda di Tulungagung.

“Anak muda sekarang harus mengerti dan memahami melestarikan warisan budaya leluhur itu penting,” paparnya.

“Jangan lupa selalu kita sampaikan taati prokes dan displin dalam 5 M diantaranya memakai masker dalam setiap beraktivitas,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Komunikasi Bhinneka Tunggal Ika Dio Jordi Alvian mengatakan dengan menggelar bursa dan pameran keris tosan aji ini mengharapkan bisa merubah mindset (Pola pikir.red) generasi muda dalam perspektif sebuah keris.

Yang selama ini mereka memandang keris itu suatu gaib atau mistis. Disamping itu, melihat generasi muda mulai tergerus oleh budaya barat.

“Kita hadir (Komunitas Bhinneka Tunggal Ika.red) ingin mengajak generasi muda untuk nguri-uri budaya, nguri-uri peninggalan dari leluhur dalam konteks ini keris,” harap Pria yang juga Putra dari Mantan Bupati Tulungagung itu.

“Keris merupakan satu warisan budaya dari leluhur kita, sama dengan disampaikan Pak Bupati Maryoto Birowo, bahwasannya sebuah mahakarya yang memiliki nilai seni yang tinggi yang diciptakan tidak menggunakan alat modern seperti jaman sekarang, padahal kita tahu jaman dulu itu belum ada alat secanggih sekarang,” imbuhnya.

Dio menambahkan, bursa dan pameran keris tosan aji ini berlangsung mulai 4-6 Maret 2022 dan diikuti oleh para kolektor dan pebursa dari beberapa kota di luar Tulungagung.

“Untuk peserta pameran itu dari Tulungagung dari para kolektor, sedangkan untuk pebursa itu diikuti 12 orang dan 10 diantaranya dari luar kota. Sedangkan pameran UMKM non keris yang turut meramaikan gelaran ini ada 8 pelaku usaha mikro,” sambungnya.