BERITA TERKINIHEADLINE

Komisi III DPRD Pangkalpinang Segera Cek Proyek RSUD Depati Hamzah

×

Komisi III DPRD Pangkalpinang Segera Cek Proyek RSUD Depati Hamzah

Sebarkan artikel ini

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]

MATTANEWS.CO, BABEL – Komisi III DPRD Kota Pangkalpinang berjanji akan menindaklanjuti pemberitaan sejumlah media, terkait penampakan proyek Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah (RSUD DH), Kamis (07/04/22).

Ketua Komisi III DPRD Kota Pangkalpinang, Amir Gandhi mengatakan, pihaknya akan mendalami terlebih dahulu informasi atau pemberitaan mengenai kondisi RSUD Depati Hamzah saat ini.

“Saya belum bisa memberikan tanggapan lebih jauh. Kita butuh waktu untuk mendalaminya,” jelas pria yang akrab disapa Gandhi, saat dikonfirmasi wartawan.

Lebih lanjut, Politikus PPP ini mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya akan mendatangi RSUD Depati Hamzah, untuk melihat dan mengetahui secara langsung kebenaran informasi tersebut.

“Benar ataupun tidak, kami berkewajiban melakukan pengawasan,” tegasnya.

Disinggung mengenai waktu peninjauan ke lokasi, Gandhi menambahkan, sesegera mungkin.

“Insya Allah segera,” tandasnya.

Sementara itu, Manager Project Prima Deva, hingga berita ini diturunkan belum juga memberikan tanggapan, terhadap konfirmasi media yang dikirimkan via pesan whatsapp nya kendati pesan konfirmasi tersebut telah tersampaikan dan terbaca.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mega proyek pembangunan gedung Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah (RSUD DH) Kota Pangkalpinang senilai Rp 47.077.379.000 diklaim telah rampung, namun nyatanya masih belum maksimal.

Dari lokasi, masih terdapat sejumlah pegawai yang masih bekerja mengecat plafon, memperbaiki pintu, dan toilet di lantai dasar. Selain itu, beberapa titik atap di lantai dasar tampak bocor, bahkan ada juga atap plafon di atas tangga tepatnya menuju lantai dasar terlihat pecah.

Sementara, bangunan di lantai basement terlihat masih semrawut dengan kondisi dinding tembok yang tidak diplester serta atap tidak di-plavon. Bahkan lantai basement di dekat tangga menuju lantai dasar terdapat genangan air hujan, sehingga mengganggu kenyamanan orang yang melintas.

Tidak hanya itu, kondisi bangunan di lantai satu masih tampak sangat berantakan, seperti lantai belum dipasang keramik, seluruh dinding dan tembok belum diplester, atap belum dipasang plavon, dan sisa-sisa sampah bangunan juga masih berserakan.

Parahnya lagi, salah satu tembok luar gedung basement sudah terlihat retak dan kondisi luar disekitar gedung juga tampak berantakan dengan sisa-sisa bangunan yang belum dibersihkan