MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Stand bazar Desa Sumberagung, Kecamatan Rejotangan, turut serta meriahkan kunjungan kerja Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Republik Indonesia Dr. Hj. Ida Fauziyah, M.Si., di Desa Migran Produktif (Desmigratif) Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, Jumat (22/9/2023).
Pantauan media ini, seusai melakukan dialog interaktif Menaker Ida Fauziyah nampak terlihat melihat stand-stand bazar yang ditampilkan oleh para Pekerja Migran Indonesia (PMI) purna di Desa Pagersari, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung.
Hal ini seperti dituturkan oleh Sutiani PMI Purna berasal dari Desa Sumberagung Kecamatan Rejotangan mengatakan bahwa standnya menampilkan produk-produk Usaha Kecil Menengah dan Mikro (UMKM) dan hasil karya lainnya.
Menurut dia, ia mengaku bangga stand bazar Desa Sumberagung dikunjungi oleh Menaker Ida Fauziyah.
“Kita sangat bersyukur, tadi Ibu Menaker Ida Fauziyah di stand kami sekaligus melihat produk UMKM hasil karya PMI Purna,” akunya bangga itu.
“Bahkan tadi dihadapan Ibu Menaker kami juga memamerkan keahlian para PMI Purna sedang mengembangkan usaha hingga sampai Go Internasional,” imbuh Sutiani saat ini bekerja sebagai Agency Hongkong.
“Hasil karya para PMI Purna kami ini untuk pangsa pasarnya saat ini sudah merambah di luar negeri seperti usaha collection sejenis baju, hijab, dan lainnya,” katanya menambahkan.
Sutiani menambahkan program Desmigratif dari Kemenaker ini sangat disambut antusias oleh masyarakat. Hal ini sangat positif bagi para calon PMI maupun PMI Purna.
“Tadi seperti yang disampaikan Ibu Menaker Ida Fauziyah bahwa memiliki 4 fungsi yaitu sebagai pusat informasi migrasi yang aman, kedua penguatan ekonomi keluarga migran, ketiga community parenting dan keempat penguatan ekonomi melalui koperasi,” tambahnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan ia mengaku bangga melihat PMI Purna sangat bersemangat, meskipun sudah tidak bekerja di luar negeri lagi tapi bisa mengembangkan dengan membuka usaha sendiri di desa masing-masing.
“Seperti PMI Purna di desa saya (Sumberagung) ada usaha home industri seperti opak gambir nandut dan kacang goreng eco yang masing-masing memiliki karyawan ada 8 orang,” terangnya.
“Pemilik usaha makanan yang saya sebutkan itu saat ini sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk mengembangkan usahanya lebih besar lagi supaya bisa membuka lapangan kerja untuk PMI Purna lainnya,” tukasnya.














