MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung menggelar upacara bendera dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-78 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur di halaman kantor Bupati setempat, Kamis (12/10/2023).
Pantauan media ini, bertindak sebagai Inspektur upacara Penjabat (Pj) Bupati Tulungagung Dr. Ir. Heru Suseno, MT., dan dihadiri jajaran Forkopimda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), anggota TNI-Polri, dan undangan lainnya.
Saat dijumpai, Pj Heru Suseno menyebut bahwasanya lambang Pemprov Jawa Timur Jer Basuki Mawa Beya.
“Dalam arti semua apa yang kita lakukan itu butuh suatu pengorbanan, butuh kerja keras, butuh kerja cerdas sehingga menghasilkan sesuatu untuk menyejahterakan masyarakat,” ucap Heru dihadapan awak media.
Heru menambahkan setiap tanggal 12 Oktober setiap tahun Pemprov Jawa Timur selalu memperingati Hari Jadi. Sedangkan tahun 2023 ini merupakan Hari Jadi ke-78 Pemprov Jatim yang mengusung tema Optimis Jatim Bangkit, Terus Melaju.
“Pagi ini kita bersama, baik itu Pemprov Jatim dan Pemkab/kota sedang melaksanakan upacara dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-78 Jawa Timur,” tambahnya.
“Kalau melihat tema ini apa yang dilakukan Pemprov dan Pemkab sudah on the track tinggal kemudian kita jalan dengan cepat, dan tentunya ada koridor-koridor yang harus dilihat terkait perjalanan pekerjaan kita,” imbuhnya.
Lebih lanjut Heru menjelaskan berikutnya prestasi yang telah dicapai Jatim, tadi disampaikan oleh ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa bahwasanya kemiskinan terutama kemiskinan ektrem dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan bahkan angka terakhir di tahun 2022 itu 2,24 persen.
“Alhamdulillah angka di kabupaten Tulungagung saat 2022 itu 0 persen dan mempertahankan hal itu berat, dan kita menyadari kemiskinan ini komponen kan penyebabnya banyak,” terangnya.
“Sedangkan untuk Desa Mandiri di Jawa Timur itu 2.800, kontribusi Kabupaten Tulungagung terdapat 51 Desa Mandiri dan ada 174 Desa Maju. Artinya posisi Desa Maju ini kalau kemudian kita intervensi dengan baik yang dilakukan Pemdes dan dibantu Kecamatan dan Forkopimcam akan bisa bergeser menjadi desa mandiri , harapan kita tahun 2023 akan lebih banyak lagi tidak hanya 51 desa mandiri tapi akan lebih banyak lagi,” sambungnya.
Lebih dalam Heru memaparkan yang terakhir terkait stunting masih mengalami kendala cukup berat. Kendati demikian, untuk angka stunting di Kabupaten Tulungagung masih sekitar 17 persen berdasarkan SSGI (Survei Status Gizi Indonesia).
“Harapan kita terus intervensi ada berbagai program misalnya peningkatan gizi balita, peningkatan bulan timbang itulah bagian-bagian dari upaya menurunkan angka stunting dari 17 jadi 13 persen, sebab diyakini kalau Tulungagung maka Jatim akan turun,” pungkasnya.















